Selasa, 01 Desember 2009

1 Desember toh...

Hari pertama di bulan penutup tahun kita peringati sebagai Hari AIDS Sedunia. Tadi saya nonton di tipi (ya, saya punya tipi kok walopun gambarnya semutan), di berbagai belahan di Indonesia banyak orang yg juga turut memperingatinya. Ada yg demonstrasi, bagi-bagi pita dan selebaran, aksi teatrikal, dll. AIDS memang penyakit yang sangat menakutkan bagi semua orang, selain menakutkan penyakit ini juga dianggap penyakit memalukan (sampe klo diagnosis di rekam medis tidak ditulis dengan AIDS melainkan kode tersendiri), yah karna pengetahuan masyarakat yang lebih banyak mengetahui klo penyakit ini pasti menular melalui hubungan seksual, padahal penyebabnya bukan hanya itu saja. Ada jalan penularan lain mulai dari jarum suntik, tranfusi darah, terkena luka yg terbuka, dll.

Tapi, memang yang paling mendapat sorotan yaitu penularan melalui hubungan seksual. Dan penularan melalui hubungan seks memang paling banyak terjadi (75-85 %). Seks yang berganti-ganti pasangan, "jajan" sembarangan, seks tanpa pengaman dgn penderita dapat menyebabkan penularan. Dan solusi yang biasa kita dengar untuk mencegah penularan yaitu penggunaan pengaman atau kondom. Yah, solusi ini memang banyak pro dan kontranya. Yang kontra mengatakan bahwa dengan kasih solusi kayak gitu, katanya seperti membiarkan dan menghalalkan seks bebas. Sedangkan dari pihak pro mengatakan, daripada menular? mending antisipasi pake kondom. Malahan sampe BKKBN memasang ATM kondom di beberapa daerah yg "rawan" (tapi saya sudah g tau sekarang, atmnya masih ada g? saya juga belum pernah liat wujudnya kek mana).

Yah, terserah orang sih, boleh berpendapat apa aja. Negara kita kan negara demokrasi. Klo saya sih pro dengan penggunaan kondom. Bukan apanya sih, seks itu kebutuhan biologis orang (bahkan yg belum menikah sekalipun), daripada menular mending dicegah. Eittss, saya bukan penganut paham seks bebas loh... Masalah dosa, itu urusan dia sama Penciptanya.

Yang jelas, AIDS memang penyakit menular yang perlu kita pedulikan, dan juga kita harus peduli dengan penderitanya tentu saja. Saya ga bisa bilang kita harus memperlakukan mereka sama dengan orang sehat, karna saya sendiri belum pernah berinteraksi langsung dengan ODA sehingga saya belum tahu sikap saya nanti gimana klo berinteraksi langsung. Mudah-mudahan saya bisa berlaku seperti biasa, bersikap sama seperti orang sehat yang lain.

Selamat Hari Aids Sedunia

(gambar comot di sini)

Gimana temen-temen memperingati 1 Desember ini?

Sabtu, 21 November 2009

Ketika Nafsu Hedonisme Berkurang toh...

PKL kecil-kecilan, itu sebutan saya untuk kegiatan yang sudah saya jalani 2 minggu ini, dan masih kurang seminggu lagi. Minggu pertama, saya habiskan di sebuah dukuh di kabupaten bantul, tepatnya dukuh Jetis, desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan. Minggu kedua, di bangsal saraf dan anak rs. Sardjito.

Yah, dan dua minggu itu sukses membuat saya lebih sadar lagi kalo selama ini saya sangat beruntung mempunyai hidup seperti. Saya diberi materi yang cukup, kesehatan yang baik, keluarga yang selalu ada, dan masih banyak lagi yang mungkin sangat jarang saya syukuri. Mudah-mudahan ini bukan hanya euphoria semata. Semoga saya lebih sering bersyukur atas segala hal yang sudah saya punyai dan berhenti protes sana sini atas kehidupan ini *tsaahhhh.

Nafsu untuk hedon-hedon saya menjadi agak berkurang, jalan2 ke mall, nonton di xxi, belanja-belanja ga penting, makan2 enak, etc kayaknya ga bakal masuk agenda dalam beberapa hari ini. Walaupun memang dari dulu saya juga jarang2 melakukan kegiatan hedonisme, tapi kealpaan saya dengan hal seperti itu saat ini dengan alasan yang berbeda. Bukan saya sok peduli, sok2 merasa kasihan, atau apa dengan banyak orang yang jangankan untuk hedonisme, untuk makan saja mereka harus kerja keras, atau untuk hidup mereka harus berjuang sekuat tenaga, bukan itu. Saya lebih merasa, saya sudah cukup merasakan banyak kenikmatan hidup saat ini. Mungkin berhedon-hedon akan saya lakukan jika saya benar-benar butuh hiburan, bukan setiap saat seperti yang tak jarang saya lakukan.

Terakhir saya berharap ini bukan euphoria saja. Mudah2an hal ini bisa bertahan dan cukup lama.

Teman-teman lain, sekarang nafsu hedonisme sedang gimana? :)

Senin, 19 Oktober 2009

Deklarasi (I) toh...

Berhubung karna banyaknya masalah yang ditimbulkan daripada manfaatnya,
Mulai saat ini saya akan mendeklarasikan bahwa:

Saya akan mengurangi comel-comel di jejaring pertemanan dunia maya, apalagi terhadap orang yang tidak terlalu saya kenal (alias cuma kenalan di dunia maya doang)

That's it!

Dan jangan tanya kenapa. -- yg nanya sapa wa?----

Minggu, 11 Oktober 2009

Salah Liat Jadwal toh...

Ini cerita dah lama, tapi baru keinget dan sempet diposting sekarang.
Kejadiannya waktu akan kembali ke Jogja tercinta dari Makassar yang juga tercinta, lokasinya di bandara Sultan Hasanuddin. Jadi... begini ceritanya

Sewaktu saya dah pamitan, salaman, dan say goodbye ma ayah saya, dengan penuh sukacita saya masuk ke bandara seorang diri. Sambil jalan, sambil ngambil tiket di tas buat ditunjukkin ke petugas dipintu masuk. Pintu masuk dan pemeriksaan udah dilewati, next, check in. Ternyata antrian lumayan panjang, ok, no problemo. Lalu saat mengantri ada mb2 yang bertanya:

mba2 : "mb, mau k jogja juga y?"
saya : "iya mb..."
mba2 : "pesawatnya jam 6 lebih 10 kan mb?"
saya : sambil liatin tiket "hmm.. jam 6 teng kok mb disini tertulis"
mba2 : "oh y? punya saya jm 6 lebih 10"
saya : liatin tiket lagi dan melihat tanggal yg tertera

Omaigod, di tiket tertulis 04/10/09.

saya: "mb, sekarang tgl berapa y mb?"
mba2 : "tanggal 5 mb"

Jegeerrrrr *backsound petir menyambar*. Matiiiiiii, apa yg terjadi? Apa ni tiket salah cetak?
Saya lalu buru2 ke counter jasa penerbangan M**p**i buat ngecek tiket saya. Petugas counter lalu ngecek tiket saya dan bilang, "iya mb, tiketnya ini untuk kemaren". Tidakkkkk....

Sambil pengen nangis, sebenarnya dah nangis dikit, saya lalu nelpon ayah saya. Sial, telponnya g diangkat pulak! Rumah, saya lalu telpon rumah lalu diangkat sama mama yang juga heboh setelah saya kasih tau berita tadi. Saya lalu nerima sms dari ayah saya yg cuma tertulis "TUNGGUMA" --artinya= tunggu saya. Saya lalu nunggu ayah, nunggunya pake gelisah (bukan geli-geli basah) dan marah2 dan sedikit nangis. Sialll... kok bisa tanggal tiket g diperhatiin, tsk tsk tsk...
Ayah datang, lalu dengan segera ngurusin tuh tiket. Pokoknya saya g mau tau, hari itu saya dah harus nyampe jogja. Masa saya bolos lagi untuk ke empat harinya? (FYI: saya dah kuliah 3 hari, dan saya sukses bolos). Akhirnya... dapat juga tiket gantinya untuk hari itu juga, untung ada tempat yg kosong, fiuhh! Walaupun kayaknya nambah duit lagi, yg penting saya bisa balik jogja!

moral cerita : kalo beli tiket kendaraan umum, harap tanggalnya diperiksa baik, jangan pas check in baru diliatin tuh tiket!

Temen-temen ada juga yg pernah salah jadwal pesawat?

Kamis, 01 Oktober 2009

Musim Reunian toh...

Libur lebaran saya kali ini agak jauh berbeda dengan liburan lebaran kemaren-kemaren, kenapa? karna liburan saya kali ini dipenuhi (hmmm, sebenarnya g penuh-penuh amat!) dengan reuni. Iya, reuni, kegiatan bertemunya kembali dengan teman lama yang pernah bersama di satu sakolahan ato organisasi. Memang, semenjak musim social network (facebook, friendster, twitter, plurk, etc) reunian jadi menjamur dimana-mana. Tapi menurut saya yang paling banyak membuat terjadinya suatu reuni dari semua social network adalah facebook. Mungkin karna kebanyakan orang membuat account mereka di facebook menggunakan nama yang sebenarnya, sehingga lebih mudah bagi orang lain untuk menemukan temannya melalui facebook. Hmm... fenomena facebook, tapi males ah bahas facebook.
Lanjut ke reuni, kemaren hampir tiga hari berturut-turut (cuma jeda satu hari), saya menghadiri 3 reuni tempat saya menuntut ilmu dulu (sd, smp, sma, kurang tk doang). Hari pertama, reuni SMP, hari kedua reuni SD (ini saya pencetusnya, hehehehhh) dan selang sehari setelah reuni SD, reuni SMA (sebenarnya bukan reuni sih, tapi acara teman2 yang serasa reuni, hehehehhh).
Yang paling lucu adalah reuni SD, mungkin karna sudah lama banget g ketemu kali y? kurang lebih 9 tahun. Trus, reuni SMP yang berubah menjadi ajang curhat rumah tangga (ett dah!), dan reuni SMA sekalian acara makan2 teman (atau acara makan2 teman sekaligus reunian). Dan benang merah ketiga acara tersebut selain reunian yaitu tempatnya (sumpah ga kreatif abis!) yang sama. Bayangin, 3 kali reunian di tempat yang sama (mall deket rumah), sapa yang g bosan? tapi untung orang2nya tidak membosankan, hahahahhh!
Hehehe... nanti kalo kuliah bakalan bisa ikut reunian kuliah ga y? secara saya terdampar sendiri kampungnya, mana besok niatnya bakalan meniti karir di kampung halaman pula. Kalo mau reuni di tempat yang mayoritas, berat di ongkos bo! (udah, mikirinnya nanti aja, lulus aja dulu, slesaiin tuh kuliah baek2!)

Sekian cerita saya soal reunian, apa teman2 sekalian juga reunian liburan kemaren?

Senin, 14 September 2009

Lagu Pengantar Tidur toh...

Jadi ceritanya, tadi sore saya main ke rumah sepupu saya setelah setahun ga pernah main ke situ (secara baru mudik sekarang setelah setahun g mudik). Nah, tujuan utamanya emang buat nengokin ponakan saya yang belum pernah saya liat semenjak lahir sampe tadi sore.

Jeng..jeng... pas ketemu pertama, seperti bayi-bayi lainnya pasti bayinya bakalan takut *ngeles, emang kamunya nakutin kali wa*. Tapi dengan pendekatan yang sangat sempurna, yaitu ngajakin jalan2, ehmm, lebih tepatnya gendongin keluar tapi saya yang jalan akhirnya bayi itu luluh juga. Yes!!
Oh, iya lupa nama bayinya Naufal, ponakan saya alias anaknya kakak sepupu saya. Anaknya lucu, gendut, putih, rambutnya jingkrak, lucu bgt pokoknya. Trus, si Naufal sekarang paling suka ngomong "apa" pake gaya nantangin, sumpah lucu abis.
Trus, tiba giliranmenidurkan si bayi (mama papanya lagi g ada), saya ma sepupu lah yang diberi kehormatan tersebut. Si bayi lalu dinaikka ke atas ayunan, trus di ayun penuh perasaan *tsahhh*. Trus, kata sepupuku "ayunnya yang kencang, biar cepet tidur". Saya lalu mengayun agak kencang dikit *g berani kencang-kencang bo, ntar mabok anak orang*. Trus sepupuku ngomong lagi "sambil nyanyi juga", oke, lalu saya pun melantunkan lagu anadalan "nina bobo". Sepupuku trus ngomong "lagunya bukan itu, lagunya pake dari sabang sampe merauke aja" ett dah saya percaya g percaya. Si bayi juga masih aja belum tidur.
Gantian kini giliran sepupuku yang mengayun si bayi. Yang begonya adalah sepupuku nyanyiin semua jenis lagu, dari lagu perjuangan, lagu daerah *khas ambon*, lagu jadul, lagu2 islami, lagu2 kristiani *sumpah ini dudul*, dan entah lagu2 apalagi yg dinyanyiin sama sepupuku buat pengantar tidur si bayi. Trus saya juga jadi ikut-ikutan deh nyanyiin lagu kebangsaan "Indonesia Raya", pada gila emang. Dan hasilnya.....

Si bayi sukses tidak tidur, melainkan tertawa-tawa dalam ayunannya. Iyalah, mungkin si bayi mikir "ni tante-tante gw nyanyiin apaan sih? Mana suaranya jelek2 lagi, ampun". Untung si bayi ga nangis-nangis sambil tutup kuping.

Teman-teman yang lain gimana? Punya pengalaman seru menidurkan bayi?

Selasa, 08 September 2009

Kalau Mau ke Belakang toh...

Tadi pagi, sekitar pukul 09.45 setekah kuliah pertama berakhir, saya segera pulang ke kosan padahal 15 menit lagi akan ada kuliah kedua. Trus ngapain saya balik? ada barang ketinggalan? bukan. Pengen bolos kuliah kedua? tidak. Pergi cara makan? hmm... bukan juga. Trus kenapa dong?

Sebenarnya saya pengen banget ke belakang *ngomongnya pake bisik-bisik*. Ya amplop... Emang kampusmu g punya WC wa? Sampe harus balik kosan segala. Sebenarnya sih punya, banyak malahan. Tapi g tau, udah kebiasaan saya dari dulu g pernah buang air besar di WC kampus. Jadilah klo saya kepengen itu harus buru-buru lari-lari tancap gas ke kosan. Saya emang bukan tipe org yg bisa bab sembarangan (ayam.... kali bab sembarangan), maksudnya g sembarangan wc gitu. Apalagi kalo tempat asing, doh, bakalan susah banget tuh. Saya jadi inget jaman dulu waktu SMA ikut kegiatan yang mewajibkan nginep di sekolahan 5 (atau 7 y?) hari dan ga boleh pulang. Walhasil, jadilah saya g kebelakang selama beberapa hari itu, ampun dah!
Hmm... hal ini bukan karna wc nya g cocok (misalnya kotor, horor, atau apalah), tapi ini emang udah jadi kebiasaan saya dari dulu g bisa k belakang di tempat yg baru (padahal saya dah kuliah di kampus saya 3 tahunan loh... tapi kok?). Namun, kalo dah terbiasa sama tempat itu baru deh bisa. Jadi, kalo mau tau saya sudah biasa dan betah ma satu tempat liat aja, saya bisa bab disitu g? hehehehhh!

Sebenarnya sih, menurut saya, kebiasaan saya ini termasuk kebiasaan yang buruk. Selain ga baik buat kesehatan (menahan ke belakang bisa menyebabkan konstipasi), kebiasaan itu juga bakalan nyusahin diri sendiri. Ya iyalah... beribet gitu loh, setiap mau ke belakang harus pulang ke kosan dulu. Mending kalo lagi di tempat yang dekat dengan rumah atau kosan, lah kalo lagi jauh? Mati aja. Tapi, biasanya kalo dah g tertahankan lagi (bahasamu....), mau g mau, bisa g bisa, ya harus di tempat yang tersedia aja.

Adoh... mudah-mudahan kebiasaan buruk saya ini bisa berubah.

Gimana dengan teman-teman semua, apakah susah bab di sembarang tempat WC juga?

Senin, 07 September 2009

ANGKRINGAN Party

Hari minggu kemaren, sekumpulan anak muda yang bergabung di suatu perkumpulan dan menamakan diri mereka Mapadok, ngadain acara buber (buka bersama) yg biasanya rame kalo bulan puasa (yaiyalah..). Acara bubernya sendiri kalo mau dibilang agak2 mendadak, tapi g juga sih! Acaranya cukup sederhana (sebenarnya sih kita mau bikin yg mewah di hotel bintang lima, tapi nanti mencoreng citra kepecintaalaman atas kesederhanaan *timpuk botol*), simpel, dan elegan (apa coba?). Diadakan di gazebo gizi dengan mendatangkan Angkringan pak Budi (yg baru saya tau namanya pas bapaknya dah mau pulang, hehehehh) yang ada di deket kampus.

Inti acaranya sendiri yaitu buka bersama, g ada agenda lain sambil nungguin buku puasa, makanya kemaren jadi nonton bareng Youtube pendakian Merapi via jalur selatan *thanks to bety and hotspot* sambil nungguin para undangan datang, hehehehh... Iya, kita memang undang beberapa anak mapala lain yang kita kenal, biar nambah silaturrahim gitu!

Tibalah waktu berbuka, bersamaan dengan datangnya para tamu yang diundang itu. Tamu yg datang anak-anak dari Pasains (mapalanya F. Mipa UGM) 6 orang (Deka, Memet, Arif, Nohan, Fuji, aduh satunya lupa maapkan saya). Mari serbu angkringan.....
Dan para tamu itu (yg seluruhnya cowok) langsung bakar menyan rokok, hadu haduu!

Menu buka puasa: Es teh, susu jahe, brownies bluberry, puding nangka, cocktail, berbagai macam gorengan, nasi kucing, sate usus, dan sate ayam. Dan saya sukses menghabiskan segelas susu jahe, 3 gorengan, 2 nasi kucing, 1 sate ayam, 1 ptg brownies, 1 ptg puding. Huhu-haha!
Sambil makan, sambil ngobrol2 seputar kegiatan mapala dan obrolan ringan lainnya, obrolan angkringanlah pokoknya, hehehehh...

Acara ditutup dengan pameran foto-foto dari laptop Hari (anak mapala fisipol yg datang belakangan). Foto-foto waktu hari dan teman-temannya mendaki ke Semeru. Sebenarnya, saya agak-agak takut liatnya karna selain nunjukin foto2 semeru yang cantik, hari waktu itu juga memperlihatkan foto korban (alm. Andika) saat ditemukan, waktu peristiwa naas itu. Merinding say liatnya, makanya saya g berani liat lama-lama.

Angkringan party kali ini alhamdulillah sukses! Yeyy... Thanks buat temen-temen mapadok yang telah berpartisipasi dan juga para tamu undangan yang telah hadir, hehehehhh.




















ps: Waktu saya nulis ini, tiba2 goyang, eh... ternyata gempa lagi, astagfirullah! Semoga tidak ada korban pada gempa kali ini. Katanya gempanya 6,8 SR, Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiunn!

Jumat, 04 September 2009

PDA(M?)


Tulisan ini saya copy paste dari artikel saya di politikana yang saya posting 20 jam sebelum tulisan ini saya copy paste ke blog ini.

Sebelumnya saya mau curhat dulu, sesaat sebelum tulisan ini akan saya terbitkan tiba-tiba semuanya gelap dan laptop mati (baterenya saya copot). Sial! Padam listrik setempat, yang mati cuma beberapa kamar kos di lantai atas . Untung, beberapa menit kemudian listriknya kembali mengalir. Cukup curhatnya! Jadiah saya menulis ulang tulisan saya tadi dan diawali dengan curhatan.

Aduh... tadi tulisannya awalnya kayak mana yak?

Siapa yang di tempat tinggalnya menggunakan PDAM sebagai sumber air untuk kegiatan sehari-hari, entah itu minum, masak, mandi, mencuci, dll. Kalau anda salah satunya, pertanyaan selanjutnya, apakah anda biasa meminum air PDAM dari keran tanpa dimasak atau melalui proses terlebih dahulu? Hehehh, kalau saya sih tidak.

Padahal dari namanya sih PDAM, Perusahaan Daerah Air Minum, berarti produk akhir yang dihasilkan yaitu air minum. Menurut KEPMENKES RI NOMOR 907/MENKES/SK/VII/2002 air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Jadi, menurut saya air dari PDAM itu bisa langsung kita konsumsi tanpa kita masak atau proses lebih dahulu. Tapi, pada kenyataannya siapa yang biasa minum air PDAM tanpa diolah dulu? Ayo ngaku.

Menurut saya, air dari PDAM hanya memenuhi kualitas sebagai air bersih menurut PERMENKES NO.416 THN 1990, dimana pengertian air bersih yaitu air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak. Jadi nama perusahaan PDAM seharusnya diganti menjadi PDAB (Perusahaan Daerah Air Bersih) saja. Air minum sudah pasti air bersih namun air bersih belum tentu air minum.

Atau sebenarnya air PDAM itu bisa langsung diminum cuman saya aja yang ga mau minum langsung karna takut kenapa-kenapa? hehehehh. Atau jaman dulu, dulu banget, air dari PDAM bisa langsung diminum tapi sekarang karna pencemaran terjadi dimana-mana (pencemaran udara, tanah, air, nama baik, dll) sehingga air PDAM sudah tidak dapat diminum langsung? Entahlah, saya juga ga tau.

Kalau menurut saya sih, PDAM seharusnya aqiqah lagi buat ganti nama, hehehehh...

Oh iya, tulisan ini terinspirasi dari kuliah tadi pagi *seandainya saya sering terinspirasi oleh kuliah...*

gambar ngambil di sini


Selasa, 01 September 2009

Telat dan Seceng

Suatu pagi di sebuah kelas, nampak seorang mahasiswa sedang menghitung-hitung uang seribuan yang lumayan *lumayan buat kipas-kipas* beserta recehan-recehannya, habis ngamen bang? Cek per cek ternyata itu uang hasil rampokan err bukan, tapi hasil denda telat pagi itu. Mahasiswa? Denda telat? Are u kidding me?

No, I'm not kidding you. Pertanggal 31 Agustus 2009 melalui suatu urung rembuk yang sangat alot sampai ada pertumpahan darah, halah, akhirnya diputuskan bahwa:
  • Yang telat masuk kuliah, ga peduli berapa menit, akan dimintai upeti sebesar seribu rupiah alis seceng dimana duit itu akan menjadi milik negara gabuza-family.
  • Para telaters akan dicatat dan ditagih (akan lebih baik klau sadar diri, sehingga tidak perlu ada pertumpahan darah) oleh petugas pencatat telat atau panggil saja mereka ekselat (eksekutor telaters).
  • Yang telat lebih dari 15 menit akan diberi keringanan g usah ikutin kuliah, loh? Kamsudnya, ga usah masuk gitu loh jeng!
  • No ngeyel!
Hahahh, jangan kaget gitu dong *idih... yang kaget siapa? dilempar sepatu*
Ini semua bukan tanpa alasan dilakukan. Dengan dimasukinya semester baru (dan kayaknya tahun terakhir, amin!), gabuza family ingin meninggalkan citra baik di depan paradosentercinta (catat, di depan, dibelakang? who knows?). Mendengar berita dari burung bul-bul yang ga sengaja seliwer-seliwer di gedung kuliah bahwa ada beberapa dosen yang murka dan berniat mengutuk para warga negara gabuza family (entah itu kutukan badan akan dipenuhi bulu atau bersin 7 hari 7 malam nonstop) sehubungan dengan punctuation alias ketepatan waktu. Para dosen itu tidak senang ketika akan mentransfer ilmunya ehh, para murid malah g ada atau saat lagi konsentrasi mentransfer ilmu tiba-tiba ada commercial break tiba-tiba lewat tanpa perasaan berdosa membuyarkan konsentrasi mereka.

Nah, atas latar belakang di atas maka peneliti ingin, halahhhh, maka beberapa orang di gabuza family, salah satunya saya, huehuehue (saya akui kalo saya adalah salah satu commercial break yang cukup sering muncul, ampunkan saya!) membuat keputusan di atas. Hmm, dengan adanya kepwar (keputusan warga) di atas, diharapkan para dosen yang akan mengutuk kami tidak jadi mengutuk kami, sebaliknya mendoakan kami akan cantik dan cakep selalu, diberi tambahan uang jajan dari orang tua, dan lulus tepat waktu (karna mereka sudah bosan melihat kami), amin!
Selain membuat warga gabuza family lebih on time, membuat dosen senang, upeti yang diperoleh juga bisa menambah pemasukan kas negara, hehehehhh! Lumayan... Asal jangan sering2 aja bayar upeti, nanti warganya bisa jatuh miskin.

Nah, apakah hal di atas akan sukses? Sukses membuat warga gabuza family on time atau sukses membuat beberapa warga gabuza family jatuh miskin? kita lihat saja nanti!

Sabtu, 29 Agustus 2009

Donglish (Indonesia English)

Kalau singlish tau kan? yuk, singapore english yaitu bahasa inggris yang biasa digunakan masyarakat negara tetangga sono noh. Selain singlish ternyata juga ada manglish (malaysian english) dan chinglish (china english). Sebenarnya saya juga tidak begitu paham mengenai singlish atau lish-lish yang lain, hehehehhh. Nah, berikut saya berikan contoh kalimat-kalimat singlish:
  • Tomorrow dun need bring camera. – You don't need to bring a camera tomorrow.
  • No good lah. – This isn't good.
  • Dis country weather very hot one. – In this country, the weather is very warm.
  • I li badminton, dat's why I every weekend go play. – I like badminton, so I play it every weekend.
See? dari beberapa contoh di atas bisa dilihat klo di singlish kalimatnya lebih pendek dan kata-katanya juga biasa disingkat. Dan penyingkatan kata ini biasanya mengikuti pengucapan yang diucapkan masyarakat daerah tersebut.

Jadi, bagaimana dengan donglish? Hehehehh, sebenarnya pada awalnya saya menggunakan istilah Inglish tapi kok kayaknya sama aja dengan english y? Makanya saya singkat aja jadi donglish (Indonesia English), ga usah protes y... kan saya yang bikin, huehuehuee. Yuk lanjut!
Bahasa inggris emang bahasa global, kalo g bisa bahasa inggris ntar g gaol loh! Ya kayak saya ini, bahasa inggris pas-pasan padahal dari kelas 3 Sd udah belajar, Hhuuhh! Bukan cuma g gaol, melainkan ntar bakalan kesulitan sendiri. Susah baca buku bahasa inggris, wawancara bahasa inggris, nyanyi bahasa inggris g ngerti artinya, bla..bla..bla..
Makanya tidak heran jika di negara Indonesia tercinta ini, bahasa inggris merupakan bahasa asing yang cukup sering dipakai. Nah, saking seringnya dipakai nih, jadi muncul dah tuh Donglish. Jadi, yang saya maksud dengan donglish yaitu bahasa inggris yang telah di 'Indonesia'kan. Berbeda dengan singlish yang memang merupakan bahasa sehari-hari mereka, donglish yang saya maksud itu biasanya hanya digunakan saat tertentu doang dan biasanya cuma beberapa kata aja. Contoh:
  • Thank you : Teng kyu
  • I'm sorry : sory ya!
  • Happy birthday : hepi birthde
  • I Love you: ai loph yu
  • Copy paste: kupipes
  • Download: donlot
  • Up date: apdet
  • Please: plis
  • The: de
  • bla.. bla.. bla.. (ntar klo ada ta up date lgi)
Nah, saya sih sebenarnya g masalah klo ada orang yang pake donglish-donglish kayak di atas, wong saya juga biasanya make kok. hehehhh. Biasanya juga karna lebih singkat dan lebih gampang ditulis. So, mnurut saya g papa klo kita agak-agak menggubah sedikit bahasa bule itu menyesuaikan bahasa dan lafal kita.

But, yang membuat saya biasanya males tuh klo ada yang make donglish trus alay (nah lo... aneh kan? donglish alay) *sigh. Contoh:
  • Hepi belzdey yaa...
  • coryy
  • wiss yu ol de bezz
  • ai mizzt u
  • plizz
  • (aduh, lupa mulu nih contoh2 lainnya, ntar deh ku update)
Bah, bahasa apa pulak itu? aneh banget, sok di cute-cute kan. Plis, kalau donglish, donglish aja. g usah donglish alay!

Nah, apakah anda pengguna setia donglish?

Rabu, 26 Agustus 2009

Jika Sedang Hari Lahir

Yo..yo..yo..
Sepertinya ide untuk menulis selalu datang di saat-saat seperti ini, lewat tengah malam, sunyi, hanya ditemani suara jangkrik dan TV yang beradu *tsahhh

Bulan apakah sekarang? Yuk bulan ramadhan klo menurut penanggalan hijriyah dan bulan agustus menurut penanggalan masehi. Yang selalu membuat saya ingat klo bulan agustus pasti banyak banget temen yang ultah selain dua orang rumah, mama dan ilo "little brother", yang memperingati hari lahir. Oh iy, dan negara kita tercinta Indonesia kok y juga pas hari lahirnya (lahir? merdeka kali ya lebih tepatnya!) juga bulan Agustus. So, bulan Agustus di kamus hidup saya, saya nobatkan menjadi bulan rame yang lahir, hehehehhh...

Trus, klo banyak yang hari lahirnya emang kenapa? y ga kenapa-kenapa sih, paling bisa lebih hemat dikit. Kok bisa? Kan banyak yang traktiran, hahahahh, ngarep! *ditimpuk kue tart*.

Saya tergolong orang yang jarang mengingat hari lahir orang, suer deh!So terima kasih tuh buat social networking yang ada pengingat hari lahirnya, paling g bisa tau hari lahir orang lah. Tapi, walaupun saya tau ultah orang, saya tergolong manusia yang jarang mengucapkan selamat hari lahir buat orang lain. Klo saya ngucapin biasanya kebanyakan gara-gara latah. Iya, beneran! Misalnya, ada orang di samping saya tiba ngucapin selamat hari lahir buat temen saya, mau g mau saya juga pasti ikutan ngucapin dong! Masa liat2in doang, g berperasaan banget saya (ga nyambung kau wa!). Trus kenapa saya jarang ngucapin selamat hari lahir ke orang lain?

Hehehh, bukannya saya ga senang kalo ada orang yang sedang "hari lahir", trus bukannya juga saya ga mau sok perhatian, atau saya sirik sama tanggal lahirnya yang cantik (mis, 11 Feb, gila cantik banget ni tanggal, beruntunglah yang lahir di tanggal itu), bukan. Tapi saya memang menganggap kalo hari lahir itu tidak se istimewa seperti anggapan banyak orng lain. Mungkin ini juga ada hubungannya dengan kebiasaan di keluarga kali yak? Semenjak kecil, saya g pernah tuh hari lahirnya dirayain dengan pesta khas ulang tahun, dimana ada kue tart, bingkisan, topi-topi lucu, bla bla bla. Seinget saya, saya baru rayain ultah pas udah agak-agak gede, itu pun cuma ngundang temen makan masakan mama di rumah, tapi itu rasanya dah spesial banget buat saya.

Ga' salah sih ngerayain hari lahir. Mungkin itu merupakan wujud rasa syukur karna masih dibiarin hirup napas dengan bebas sama Sang Pencipta. Tapi, bukankah seiring bertambahnya usia kita juga semakin dekat dengan kematian? *aduh, serem amat sih ngomongin mati-mati*. Iya kan ya? Tapi terserah sama individu masing-masing sih, mau gimana menanggapi hari lahir *lah... hidup hidup dia, masa' kita yang tentuin*.

ps: tapi sumpah, saya ga pernah nolak kalo dikasih kado atau surprise di hari lahir saya, apalagi kalo selain hari lahir, saya terima dengan ikhlas! :D

Jumat, 21 Agustus 2009

Resolusi Ramadhan tahun ini (cie..cie..!)

Note iseng agak serius sebelum tidur, huehuehue...

Hmm.. sehubungan dengan puasa ramadhan yang kurang lebih 28 jam dari sekarang, saya bermaksud membuat resolusi ramadhan saya tahun ini. Bukan bermaksud apa2 sih, sekalian buat catatan dan share sama teman2 yang baca ni note.

So, this is my resolution *diiringi bunyi genderang*:

1. Khatamin Al-qur'an. Emang sih, saya baru rajin ngaji klo romadhan doang. Klo hari2 biasa? hehehhe *garuk2 pala*. But, daripada ramadhan ngaji saya juga gitu2 aja? hehehehhh.
2. Presensi tarawih berjamaah di masjid minimal 90%. Sebenernya standarnya agak saya turunin dari tahun kemaren, berhubung tahun ini saya mudik (dan lebih awal), pasti banyak halangan dan rintangan untuk tidak tarawih jamaah di mesjid,
3. Kurangi bergosip. yah, ini memang susah menetukan tingkat ketercapaiannya. Paling g', berusahalah buat g gosip2. Atau ada yg tau parameter pngukurannya seperti apa? bantu saya.
4. Banyak2in sedekah. Baik materi maupun non materi. Dari uang kertas sampai senyuman maut manis, huehuehuee. Ini juga sama, g punya minimal pencapaian :D
5. No boros-boros. Maksudnya, klo bisa pengeluarannya jangn berlebihan, apalagi buat makan. Eh... pan kita lagi puasa yak! Paling g tuh pengeluaran sama aja seperti hari-hari biasa, walaupun tukang jualan makanan enak2 bertebaran semasa ramadhan.
6. Kurangi tidur. Aduhhh... sepertinya ini yang paling susah. Walaupun tidurnya orang puasa juga ibadah, but belakangan ini saya akui klo saya memang agak2 kebo klo dah tidur, hehehehhh. Batas pencapaian maksimal 8 jam perhari (masih kebanyakan yak? ett dah buset, udah minimal ini), dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan saya :D

Aduhh... banyak ya resolusinya?

Nah, ehm, ehmm, dapatkah Marini Salwa menjalankan resolusi yang dibuat sendiri? *gaya bicara presenter ins**t **ve****asi. Kita liat saja nanti...

Selasa, 18 Agustus 2009

Loveless Story

Hmmm... sekarang saya sedang pengen curhat, hehehhe, dari kemaren curhat mulu biarin ahh!

Iya, ini murni terilhami oleh teman-teman saya dan orang-orang disekitar saya sehingga saya mau nulis eh ngetik postingan ini.
Aduh, malu nulisnya *garuk-garuk kepala*. Sebenarnya ini mengenai cerita antara kaum hawa dan kaum adam. Yap, cewek dan cowok gitu deh! Yang ada di pikiran saya sekarang itu, uhhmm, kok sampe sekarang (dulu pernah sih tapi udah lamaaaaa bangettt) saya ga pernah punya kisah mengenai cowok yang bisa diceritain yak? Sial. Saya sih g ngarepin cerita muluk-muluk happy ending, misalnya ada cowok guanteng sedunia tiba-tiba datang di depan saya terus menyatakan cinta sembari membawa seikat bunga, bukan, bukan itu. Hmm... Ato tiba-tiba ada orang tajir mampus ngajakin merit, ngimpi amat!

Sumpah, saya lupa kapan terakhir kali punya cerita-cerita heboh yang bisa diceritain sama teman-teman mengenai hal yang satu itu. Tapi yang saya heran, kenapa tiba-tiba kepikiran yak sekarang? sial! Maless banget dah! Bukannya saya g mau pikirin gituan, sumpah! Saya malahan pengen banget tuh punya cerita, g mesti cerita syahdu nan so sweet deh, cerita miris nan amit-amit juga bolehlebo, misalnya ngegebet cowok tapi ternyata tuh cowok dah punya cewek *najis, jangan sampe kejadian!*, ato naksir cowok gantengsangat tapi ternyata cowok itu gay *huekkss*. Bukannya saya berharap kejadian jelek kayak gitu bakalan terjadi, tapi saya cuma kepikiran pengen punya cerita seru tentang cowok. Seburuk-buruk apapun ceritanya, setidaknya bisa menjadi pengalaman buat saya. Lah ini, hadohhhh!

Aduh, kok kayaknya saya hopeless banget yak! Ampun dah. Saya cuma iri aja liat temen-temen yang lain pada seru-seruan cerita tentang cowok atau gebetan masing-masing. Dan saya juga sangat salut *g pake gery* sama temen-temen yang mau curhat tentang hal yang kayak gitu karna saya akui saya bukan orang yang gampang curhat mengenai hal yang kayak gituan (soalnya lo g punya bahan apa yang mau lo curhatin, buakakakkk)!

So, intinya sampe sekarang saya belum mengharapkan ada cerita cinta yang sangat indah yang akan berakhir sangat happy ending bakalan terjadi di hidupku. Saya yakin banget semua hal akan indah pada waktunya *jyahh, kayak judul lagu*, tinggal tunggu tanggal mainnya aja, hehehehh. Saya cuman berharap bisa punya cerita masa muda *tsahhh* yang bisa dikenang nantinya, g peduli manis atau pahit.

*ps: apa cerita mengenai saya g punya cerita cinta juga merupakan suatu cerita cinta yang patut diceritakan? buakakakk, entahlahhh

Kamis, 13 Agustus 2009

Curhatan Masuk Semester Baru

Ntahlah, saya memang sedang ingin curhat sekarang ini.
Salah satu hal yang lumayan g saya suka saat kuliah yaitu kalau memasuki semester baru. Iya, ada krs-an dan hal tersebut membuat saya harus buka portal kampus untuk liat2 nilai-nilai semeter lalu untuk mengecek -matakuliahapayangakansayaulangsemesterini-. Ya,ya... I'm not a smart student dan saya sadar itu (Ya iyalah... masa' udah bego trus g nyadar pulak). Dan sialnya, IPK itu menjadi standar kesuksesan no.1 (bagi sebagian besar orang) apakah anda dan saya sukses menjalani kuliah. Yap, g bisa dipungkiri itu, ntah temen, dosen, ortu, dan pokoknya sapa sajalah.
Merasa bersalah? Banget, dah dibiayai kuliah mahal-mahal, biaya hidup juga mahal, dan saya g bisa memberikan kebanggan kepada orang tua saya (baca: IPK yang tinggi menjulang). Saya akui, saya emang bukan orang yang giat belajar, saya emang tergolong orang yang malas, kerjaannya online mulu, bla bla bla... Tapi plis, come on, jangan nilai saya cuma dari IPK!
Ini emang pengakuan dosa, dosa karna selama ini saya menyia-nyiakan apa yang orang tua sudah percayain buat saya. Tapi apapun itu, saya juga bangga dengan apa yang telah saya dapatkan.
Yah... mungkin bagi sebagian orang IPK is number one. Tapi bagi saya itu kesekian. Makanya tadi saya sangat gondok waktu ada orang yang ga' bersyukur banget dah dapat IPK bagus, trus bilang klo IPKnya jelek, damn it! peraturan no.1 : Jangan pernah mengeluh IPK lo jelek banget depan gw padahal sama sekali g jelek, ato masih di atas IPK gw. Iya, kenapa? Karna aku g suka, that's it!
arrggghhh, tau ah! gw masih kesel banget!

Selasa, 04 Agustus 2009

Kepergian mbah Surip

Innalillahi Wa Inna Ilahi Rajiun...

Iy, Hari ini mbah surip meninggal dunia, saya pertama kali tau waktu di kampus lewat internet . Meninggalnya mendadak pula, Uhhh... sedih bgt! Yang saya heran, kenapa saya merasa kehilangan yah? Padahal kenalpun tidak, ngefans ma Beliau juga baru-baru aja, gara-gara lagunya "Tak Gendong Kemana-mana". Percaya ato tidak, rasa kehilangannya lebih berasa dibanding waktu Michael Jackson meninggal *ditimpuk penggemar Jacko*.

Huaaa... Good Bye Mbah, Semoga semua amal ibadahmu di terima di sisi Allah!

Senin, 20 Juli 2009

Setelah Berhasil

HUahhhh, akhirnya blog ini bisa juga kubuka. Dari bebrapa hari yang lalu mau kubuka tapi g bisa-bisa. Setelah dengan sekuat tenaga (halah...) dan doa serta mencoba beberapa ratus kali, voila... Bisa! Yeyeyeyeyeyeye.......

Banyak banget yang terjadi belakangan ini, pusing yang mana yang mau ditulis duluan.

1. Bom, lagi-lagi. Astagfirullah... Sabar yah negeriku, buat org2 yang menjadi korban semoga diterima di sisi tuhan, dan buat keluarga yg ditinggalkan diberi ketabahan.
Dampak Bom, sepenglihatan saya:
  • MU batal tampil, yaiyalah. Mending menang WO daripada kena Bom, dan akhirnya MU main 2 kali di Malaysia, damn!
  • Saling tuduh2an. Mana tuduh2annya gawat lagi antara org2 penting di Indonesia. Ckckck, ini nih, taunya cari kambing hitam doang. Kasihan si kambing...
  • Keamanan ditingkatkan. Huek... dah telat!
2. Hari jum'at kemaren, mapadok habis baksos di kaki gunung Sindoro. Baru kali ini mapadok ngadain baksos, hehehehh... Walaupun kegiatannya menurutku belum cukup optimal, mungkin karena first time kali yah (+thinking...+thinking...)

3. Habis baksos, lanjut naik gunung ke Sindoro. Great experience... yeyeyey! Berapa kali naik gunung baru kemaren ngeliat sunrise. Ett dah, bagus banget! Sumpah. Huhuhu, kemaren puas deh dengan pemandangan2 yg terhampar di depan mata. Walaupun capek tapi semua terbayar dengan pemandangan2 yg g bakalan ditemuin klo g naik gunung. Apalagi y?

Sudah, itu dulu aja. Mau mandi sore dulu, huehuehue

Minggu, 31 Mei 2009

Peringatan Itu

Kejadian dua hari belakangan ini membuatku Agak Sadar (jadi, selama ini?). Selain itu juga mengingatkanku kalau Allah sangat sayang sama kita semua.

Kejadian 1 : Hilangnya laptop anak kosan, dua sekaligus.
Are kidding me? huahuahua... serem abis! Kosan ku yang terkenal aman ternyata bisa kecurian juga. Terlepas dari siapa pelakunya, pokoknya mulai sekarang harus hati-hati. Mungkin dengan kejadian ini, kita makin aware dengan lingkungan sekitar kita. Mudah-mudahan pelakunya bisa diketahui secepatnya sehingga tidak membuat kami (anak kosan) penasaran dan laptopnya bisa balik lagi (Mudah2an!). Jadi ingat pesen Bang napi "Kejahatan terjadi bukan hanya karna ada niat pelakunya tapi juga karna ada kesempata, Waspadalah, Waspadalah!"

Kejadian 2: Kecelakaan (Nyeruduk Mobil)
Alhamdulillah temen saya (yang bawa motor) lukanya tidak parah, are u kidding me? (cuma 5 jahitan di jari tengah tangan kiri) dan saya tidak kenapa-kenapa. Pelajaran yg bisa saya ambil adalah hati-hati klo naek motor (Ihhh... telat kamu taunya wa!). Yah, walaupun kita dah hati-hati kita juga g bakal tau apa yang akan terjadi.
Pelajaran lain yaitu, sediakan selalu P3K di tas anda. Yah, g usah banyak-banyak. Misalnya, Iodine, Kapas, Plester luka, Absorben racun, Antasida, dll. Oh, iy! Obat2an pribadi juga penting. Misalnya bagi yg berpenyakit asma, alergi, panu (loh??), dll.

Pokoknya, aku cuma ingat 2 kejadian itu. Semoga bisa menjadi pelajaran buat kita semua.

Selasa, 26 Mei 2009

Ayah, Dukung JK-Win

-lebih bagus kalau buka pake mozilla-

Tulisan ini sehubungan dengan pilpres nanti yang kemungkinan besar tidak dimenangkan oleh JK-Win. Kenapa saya bilang begitu? Soalnya Ayahku mendukung mereka untuk jadi pemenangnya. Loh kok bisa?

Iya, Ayahku memang sering menjadi tim sukses, entah itu untuk partai, capres, atau pilkada. Tapi, semua yang didukung pasti g pernah menang! Sekalipun!

Pemilu pertama yg partainya banyak (48 partai klo g salah). Partainya dapat suara dikit banget. Pemilu kedua, gabung di partai baru bwt daftar pemilu 2004, eh g lolos verifikasi. Akhirnya gabung ma partai lain (PDIP klo g salah). Pas pilpres otomatis dukung Mega dong... eh, kalah! Huehuehue. Yang terakhir, jadi ketua tim sukses salah satu calon kepala daerah di kampung kelahirannya. And guess what? Yep, kalah!

Aku g bermaksud ngejelek-jelekin ayah sendiri (masa' ayah sendiri digituin, jadi anak durhaka dong!). Tapi, emang kayak gitu. Pernah suatu hari aku ngobrol-ngobrol tentang hal ini, ayahku ketawa-ketawa terus bilang "Iya kali ya? Ayah g cocok jadi tim sukses. Kalah terus. Kasihan yang didukung ma ayah". Terus kita ketawa bareng, huehueheue.....

Nah, pilpres kali ini keluargaku terlebih lagi ayahku sangatamatmendukungsekali pasangan JK-Win. Entah karna berasal dari satu daerah ato memang karena menurut ayahku mereka memang pantas jadi orang no satu dan dua di negara Republik Indonesia tercinta. Pernah satu kali aku ngejek-ngejek JK-Win di FB, trus adekku bilang "Satu rumah dukung mereka loh, coba ayah denger mungkin g bakalan dikasih uang jajan kamu, hahahahahhh" (wadow, adekku berlebihan!).

Kesimpulannya, kali ini aku mendukung ayahku untuk mendukung pasangan JK-Win, "Ayo Yah, dukung JK-Win"

Selasa, 05 Mei 2009

Berdebu

Lupa saya, klo ternyata saya punya blog ini, hihihihi.

Apa ya? Belum tau mau posting apa. Nanti deh, posting yang bermutu klo dah punya ide.

Selasa, 17 Maret 2009

Dari Bawah Oke Dari Atas Oke


Hmmm.. tgl 14 Maret kemaren, anak2 mapadok (mahasiswa pencinta alam kedokteran) +tempala (teman mapala, pinjam istilah org lain, huehuhue!), pergi maen ke Gunung Merapi. Ada 16 orang yg berangkat 6 mapadok+ 10 tempala. Tidak seperti biasanya pendakian mapadok yang lebih banyak pere-pere alias perempuannya, kali ini lelaki lebih banyak yaitu 14 orang and perempuan cuma 2 (me and dani). Sebenarnya pendakian ini bertujuan untuk melantik anggota baru mapadok (dani and andi, banyak kan? huehueheue), tapi sekalian bwt pendakian bersama!

Sedikit Catatan Perjalanan dari Saya.......

Kita berangkat dari kampus tercinta pukul 16.30 (jadwal sebenarnya sih 15.30, tapi karena masih berada di wilayah Indonesia, khususnya mapadok so... ngaret dah). Dengan menggunakan kendaraan andalan, mobil truk, kita berangkat menuju basecamp pendakian lewat jalur utara Merapi yaitu jalur Selo, Boyolali. Perjalanan membutuhkan waktu +/- 2 jam untuk samapi ke basecamp. Walaupun supir truknya gokil (alias bawa penumpangnya kayak lagi bukan bawa manusia tapi pasir/sapi/batu/atau apalah yg suka diangkut naik truk), kami masih dapat menikmati perjalanan full angin sambil menikmati suasana sore plus diliatin orang-orang dari mobil lain. Suhu sudah mulai agak dingin menandakan kalo kita sudah masuk ke daerah yang lebih tinggi. Dan akhirnya, kami pun sampai di basecamp pendakian Merapi.

Sesampainya di basecamp, teman2 segera melaksanakan ibadah sholat maghrib lalu setelah itu kami makan bersama (bekalnya bawa dari jogja dengan menu andalan: nasi, ayam goreng tepung, dan sayur campur-campur), ga kelupaan pak supir dan asistennya. Rencananya kita akan berangkat pukul 20.00 habis sholat isya, tapi karena para tempala ngopi-ngopi dulu (trus mereka bilang, kan panitianya kita! ya ampun... emang dah!) kita berangkat pukul 21.00. Ada seorang tempala yang membawa piala bwt naik di Merapi, katanya bwt poto-poto di atas. Selidik punya selidik, ternyata tuh piala diambil di deket markas mapadok dengan tulisan "Juara 3 lomba Nasi Kuning", lah...? No Comment dah!

Setelah berdoa kami pun memulai perjalanan kami. Karna lumayan rame, jadi kami dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok 1 (mapadok+2 tempala) dan kelompok 2 (tempala lainnya). Seperti biasa, pemandangan dari atas gunung di malam hari selalu top markotop dah! Sumpah, kheren banghet gethoo!!! Snap snap snap!*ekspresi lebai*. Fiuh, walaupun capek, tetap aja sempet-sempetnya nyanyi-nyanyi sambil jalan bareng andi ma wawan, jadilah trio kwek-kwek dengan formasi berbeda! Mana nyanyi nya kayak berasa di happy puppy, huah... mudah2an makhluk-makhluk gunung tidak terganggu dengan suara-suara kami!
Slowly but sure, kami terus melangkah melewati pos demi pos dan angin yang tambah-tambah duingin. Dan akhirnya setelah 5 jam, kami sampai di tempat nge-camp, orang2 bilang namanya pasar Bubrah. Ga' mau tunggu lama-lama, cari tempat strategis lalu kami langsung buat dome and tidur karena kelelahan. *tidur...*

Keesokan paginya, ga sempat deh liat sunrise secara bangunnya baru jam 6, mana dinginnya naudzubillah.... Sepertinya g mau bergerak saking dinginnya. Setelah buat minuman yang hangat, kami pun menuju puncak merapi. Gokil... jalurnya oks banget dah! Tambah ke atas, bau asap sulfur semakin kelihatan mengepul-ngapul. And then setelah jalan beberapa lama (ga inget waktunya).... kita sampai di puncak merapi, yeyeyeye!!! Keren dah pokoknya! Subhanallah...
Setelah puas photo-photo dan melaksanakan tujuan utama yaitu melantik anggota baru (pelantikannya agak2 lucu, huehuehue. Secara yang dilantik cuma 2 orang, rekor baru!) kami pun turun kembali ke t4 ngecamp. Dengan penuh pertimbangan dan keseimbangan (lebai........) sampai juga akhirnya.

Sampai, masak mie instan (menu andalan), istirahat bentar (ga' sempet tidur sih, secara para tempala-tempala membuat kekonyolan-kekonyolan yg bikin ketawa mulu) bersih-bersih, beres-beres, kita cabcus turun! Huhuhu.. perjalanan turun pukul 10.30 ditemanin sengatan matahari yang cukup buat menambah tingkat kecoklatan kulit! Pukul 14.00 kita sampai deh di tempat yang ada tulisan NEW SELO. Langsung dah tuh "Es teh satu bu!" + mendoan (yang lupa kubayar, ampun!! sumpah ini ketidaksengajaan, klo aku kesana lagi pasti bakalan kubayar).

Setelah itu, kemudian kita ke basecamp, bersih2 dikit (paling g' cuci muka+gosok gigi), kita balik ke Jogja.

Hua... ini pengalaman naik gunung paling enak yang pernah kualami, senang!
Mudah-mudahan kapan-kapan bisa kesana lagi, I hope So!

Oh iy lupa, kenapa judulnya "Dari Bawah Oke Dari Atas Oke", karena dari bawah(tempat mana aja merapi terlihat) kita melihat merapi keren abis, begitu juga sebaliknya, dari atas (Merapi) kita melihat ke bawah g' kalah kerennya!

Kamis, 12 Februari 2009

on 11 Feb 2009

Selain usia yang bertambah, pada sebelas februari 2009, SIM C ku juga telah wafat alias mati alias tamat alias expired. Sedih juga sih, soalnya malas untuk mengurusi perpanjangan SIM. Tapi, mau bagaimana lagi? Wong udah lima tahun kok!

Cerita soal sebelas februari 2009, sebenarnya saya tidak mengharapkan apa-apa kecuali kesadaran bahwa saya sudah besar dan bisa lebih bijaksana (bijaksini) dalam menjalani kehidupan. Tapi ternyata, masih cukup banyak orang-orang di sekitarku yang turut andil dalam mengingatkan hal itu, bahwa saya sudah besar (tapi dalam hal untuk lebih bijaksana itu lain lagi).

Matur Nuwun Sanget saya ucapkan buat semua orang yang mau mengingatkan hal itu dan mengingatkan kalau masih ada orang-orang yang cukup peduli dengan sebelas februari ku.

Terima Kasih Sekali Lagi.