Kamis, 29 Maret 2012

#Resep Spaghetti Tuna Pedas


Ini adalah salah satu resep spaghetti favorit saya. Pertama kali coba di sebuah restoran di Yogyakarta. Di buku menu sih namanya Chunky Flaky ;), tapi saya biasanya cuma bilang spaghetti tuna pedas. So, ini resepnya:

Bahan:
  1. Spaghetti (150 g)
  2. Tuna in oil/in water (1/2 kaleng)
  3. Bawang putih (4 siung), cincang kasar
  4. Lombok kecil (4 biji atau sesuai selera), iris halus
  5. Daun jeruk (5-6 lembar), iris halus
  6. Minyak zaitun
  7. Garam
  8. Kaldu bubuk
Cara Memasak:
  1. Rebus spaghetti sampai tingkat kematangan yg diinginkan. Kalau saya suka agak lembek supaya jadinya lebih banyak, huehehehh. Tiriskan dan beri sedikit minyak zaitun agar tidak lengket.
  2. Tumis bawang putih, lalu masukkan lombok kecil dan daun jeruk. Tumis sampai wangi.
  3. Masukkan tuna, garam, dan kaldu bubuk. Tambahkan air 2 sdm supaya tumisan tidak kering.
  4. Terakhir, masukkan spaghetti dan aduk sampai rata.
*Cukup untuk dimakan bersama pasangan. Kalau ga punya pasangan ya sama saudara atau teman atau siapa aja deh !

SELAMAT MENCOBA. Enak loh, ga bohong! :9

Senin, 19 Maret 2012

#firsttime Nonton Langsung Prosesi Pernikahan Adat Yogyakarta


Kemarin, tepatnya hari sabtu dan minggu (17 & 18 Maret), saya menonton secara langsung prosesi pernikahan adat Jawa, tepatnya Yogyakarta, adik sahabat saya. Bagi sebagaian orang, apalagi bagi mereka yang tinggal di Yogya pasti sudah biasa melihat prosesi seperti ini. Namun bagi saya, ini adalah pengalaman pertama jadi sangat exciting dan agak2 norak :))

Mulai dari pasang black-ktp (ditoyor orang Jawa se-Indonesia) sampai panggih pengantin. Semua prosesinya menarik perhatian saya, namun prosesi yang menurut saya paling menarik yaitu sade dawet ayu.

Sade Dawet Ayu. Saya juga baru googling untuk tahu istilah prosesi ini :D. Prosesi dimana orang tua calon mempelai wanita berjualan es dawet. Seru deh (bilangin saya emang norak karena baru pertama kali :p), apalagi untuk dapat memperoleh es dawet harus menukarkannya dengan uang-uang yang dibuat dari tanah liat. Kreweng atau pecahan genting ini sebelumnya dibagikan kepada tamu yang datang untuk kemudian ditukarkan dengan es dawet.

Orang Tua Calon Mempelai Berjualan Es Dawet


Kreweng untuk membeli es dawet

Selain itu, juga ada prosesi lempar ayam oleh Ayah mempelai wanita kepada para tamu yang hadir. Sayang sekali, saya ga dapet ayamnya. Padahal kan lumayan tuh bisa dibuat kari ayam :))

Setelah acara selesai, teman dan saudara calon mempelai kemudian pergi ke tempat siraman. "Pada ngapain?" tanyaku penasaran "Sini wa, cuci tangan sama kaki pake air siraman tadi biar cepet nikah juga" jawab salah satu. Oke deh... *eye-rolling* *lalu ke tempat siraman* *cuci tangan dan kaki* *kemudian bobo* :))

Lokasi Siraman

Itulah pengalaman pertama seorang anak Makassar yang pertama kali menonton langsung prosesi pernikahan adat jawa. Harap dimaklumkan kenorakannya.

Senin, 12 Maret 2012

Kesehatan Ibu, Masa Depan Bangsa


"We believe fervently that improving nutrition for pregnant women and children under two is one of the smartest investment we or anyone can make" (1)

Jika menurut Anda kesehatan adalah investasi, maka gizi ibu hamil dan anak usia di bawah dua tahun adalah investasi (kesehatan) yang paling pintar.

Teori Barker

David Barker, seorang dokter dan juga peneliti, telah melakukan berbagai penelitian tentang kondisi ibu dan bayi yang dihubungkan dengan kondisi kesehatan di masa mendatang. Penelitian Barker antara lain menunjukkan bahwa semakin rendah berat saat lahir dan pada masa bayi maka semakin tinggi risiko untuk menderita jantung koroner di kemudian hari (yang kemudian dikenal dengan hipotesis Barker). Penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa berat lahir rendah dikaitkan dengan peningkatan risiko hipertensi, stroke, dan diabetes melitus tipe 2 (2).
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa komposisi tubuh wanita dan asupan makan saat merencanakan kehamilan dan selama kehamilan memiliki efek yang penting pada kesehatan keturunan selanjutnya. Risiko penyakit kronis kemudian akan meningkat jika anak memiliki berat lahir rendah sehingga anak menjadi kurus atau pendek. Lalu, setelah usia dua tahun penambahan berat badan yang cepat dapat menyebabkan kegemukan dan lebih lanjut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, hipertensi, dan diabetes tipe 2 (2).

Kesehatan Ibu, Masa Depan Bangsa

Dari beberapa penelitian oleh Barker yang telah saya kutip di atas, dapat kita lihat bahwa kondisi kesehatan kita di masa depan mulai ditentukan bahkan sebelum kita menjadi janin. Seorang wanita dan calon ibu mempunyai peranan penting akan masa depan kita. Jika kesehatan calon ibu tidak baik, apalagi jika kondisi kesehatan yang tidak baik berlanjut sampai masa kehamilan maka bayi yang dilahirkan pun akan dalam kondisi yang tidak baik. Berat lahir rendah, kegemukan, dan kecacatan adalah contoh dari kondisi bayi yang bisa lahir jika kondisi kesehatan ibu yang tidak baik semasa perencanaan kehamilan dan masa kehamilan.

Kondisi kesehatan sebelum dan semasa hamil yang buruk -> bayi yang dilahirkan tidak normal -> saat dewasa memiliki risiko menderita berbagai macam penyakit -> Jika wanita, kondisi kesehatan sebelum dan semasa hamil yang buruk -> bayi yang dilahirkan tidak normal -> ... dan seterusnya, bisa menjadi "lingkaran setan" yang sulit untuk diputus. Oleh karena itu, dengan memperhatikan kondisi kesehatan sebelum dan masa kehamilan, maka diharapkan "lingkaran setan" di atas tidak pernah kita mulai.


Apa Yang Bisa Kita Lakukan?

Di masa kemudahan mencari informasi seperti sekarang ini, setiap orang bisa dengan menemukan informasi apa saja yang mereka inginkan. Permasalahannya adalah: Apakah setiap orang peduli dengan itu?

Dengan sumber pengetahuan yang sangat dekat, rasanya tidak adil jika saya tidak berbagi apa yang pernah saya dapatkan apalagi jika ada kaitannya dengan gizi saat merencanakan ataupun masa kehamilan. Bagaimana seharusnya status gizi wanita yang merencanakan kehamilan, makanan apa saja yang baik dikonsumsi saat hamil, bagaimana seharusnya ibu hamil itu makan, dan lain-lain. Namun, selama ini saya tidak menambahkan bahwa hal itu dapat menentukan masa depan seorang anak, bukan hanya sampai pada kondisi lahir bayi yang normal dan sehat. Bahwa, bagaimana kondisi calon ibu bisa memengaruhi kondisi kesehatan anak mereka di masa mendatang. Oke, akan menjadi catatan pribadi untuk saya jika suatu waktu akan menyampaikan hal seputar gizi dan kehamilan lagi, saya tidak hanya akan berhenti di

"Supaya bayi Anda normal dan sehat"

melainkan

"Supaya bayi Anda normal dan sehat serta ikut menyelamatkan masa depan bangsa"

Jadi, apa yang bisa kita lakukan? "Mari berbagi informasi" jawab saya.

*sumber inspirasi dan referensi



Senin, 05 Maret 2012

Pajak Tahunan Cimot

Tadi pagi, sebagai warga negara yang bijak maka dengan penuh semangat saya menuju ke kantor SAMSAT atau Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (ih wow, baru tau juga ini kepanjangannya dari wikipedia) Sleman. Tujuan adalah membayar pajak tahunan cimot. Saya sudah beberapa kali ke sini, jadi sudah agak familiar dengan suasana dan kondisinya.

Saat memarkir kendaraan pasti akan ditanyai oleh tukang parkir "Mau urus apa mb? Mau dibantu", kalau saya lugu level 18 pasti saya langsung berpikir "ih wow, orang-orang Jogja emang baik. Ngurus stnk aja mau bantuin *smile*". Untung tingkat keluguan saya untuk urusan beginian -69, jadi saya jawab saja "Terima kasih pak, nanti saya urus sendiri *smile*". Sebenarnya kalau ga mau repot, menggunakan jasa calo bisa mempercepat urusan. Cukup bayar seikhlasnya (tapi biasanya sih klo untuk pajak tahun motor bayar 15-20ribu), maksimal setengah jam (teman saya bilang bisa sampai 15 menit) urusan beres. Namun karena saya ingin menikmati suasana samsat lebih lama, makanya saya mau urus sendiri saja *smile*.

Alur membayar pajak tahunan kendaraan:
  • Kalau untuk pajak tahunan kendaraan siapkan: STNK, tanda pengenal, dan BPKB (dan fotocpyan semuanya). Nah, kalau untuk fotocopyan lebih enak kalau fotocopy di dalam lingkungan samsat karena mereka sudah tau bagian-bagian mana saja yang perlu difotocopy).
  • Setelah semua yang diperlukan sudah siap, masukkan ke loket yang bersangkutan. Ingat, tanda pengenal yang digunakan haruslah yang berdomisili di wilayah yang sama dengan Samsat-nya. Dengan pede-nya yang saya lampirkan adalah KTP Makassar, ada sih KTP sementara Sleman tapi ternyata sudah wafat bulan lalu. Ngok. Jangan panik klo ada masalah seperti ini tetap *smile*. Oleh pakpol yang ada di loket, saya disuruh ke gedung belakang ketemu pak Sammy, nama lengkap Samidi (bo'ong ding, ga tau nama lengakapnya :D). Karena saya sudah pernah ke sini, saya sudah tau ruangannya pak Sammy. Mblusuk-mblusuk dan mana tahu kalo mejanya beliau di situ (--"). Oleh pak Sammy, fotocopyan saya ditandai. Saat saya tanya bayar berapa, ternyata ga bayar. Saya pikir klo pake jalur aneh dan ga lazim begini biasanya bayar tapi ternyata gratis. Setelah itu, kembali ke loket yang tadi lalu Anda akan diberi nomor antrian untuk membayar di kasir.
  • Menunggu dipanggil
  • Masih menunggu
  • .....
  • Akhirnya dipanggil... Anda akan menerima rincian berapa yang harus dibayar. Seperti angkot, Bayarlah dengan Uang Pas untuk mempercepat dan ga nyusahin mb kasir *smile* . Setelah itu, Anda akan diberi kertas rincian pembayaran yang sudah bertanda lunas.
  • Menunggu lagi
  • Lagi-lagi menunggu
  • Nonton Dahsyat melalui tv di ruang tunggu.
  • Dipanggil. Horee... Serahkan bukti pembayaran untuk mengambil STNK dan Surat Ketetapan Pajak.
  • STNK dan Surat Ketetapan Pajak sudah di tangan. Selesai. Alhamdulillah.
Waktu yang saya habiskan sejak datang-selesai sekitar 55 menit. Mungkin kalau datang lebih pagi (saya tiba di sana sekitar pukul 9.20) waktu yang dihabiskan bisa lebih singkat karena antrian belum begitu banyak. Mungkin loh ya...

So, jangan lupa bayar pajak kendaraan Anda ya dan jangan telat biar ga kena denda *smile*