Senin, 05 Maret 2012

Pajak Tahunan Cimot

Tadi pagi, sebagai warga negara yang bijak maka dengan penuh semangat saya menuju ke kantor SAMSAT atau Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (ih wow, baru tau juga ini kepanjangannya dari wikipedia) Sleman. Tujuan adalah membayar pajak tahunan cimot. Saya sudah beberapa kali ke sini, jadi sudah agak familiar dengan suasana dan kondisinya.

Saat memarkir kendaraan pasti akan ditanyai oleh tukang parkir "Mau urus apa mb? Mau dibantu", kalau saya lugu level 18 pasti saya langsung berpikir "ih wow, orang-orang Jogja emang baik. Ngurus stnk aja mau bantuin *smile*". Untung tingkat keluguan saya untuk urusan beginian -69, jadi saya jawab saja "Terima kasih pak, nanti saya urus sendiri *smile*". Sebenarnya kalau ga mau repot, menggunakan jasa calo bisa mempercepat urusan. Cukup bayar seikhlasnya (tapi biasanya sih klo untuk pajak tahun motor bayar 15-20ribu), maksimal setengah jam (teman saya bilang bisa sampai 15 menit) urusan beres. Namun karena saya ingin menikmati suasana samsat lebih lama, makanya saya mau urus sendiri saja *smile*.

Alur membayar pajak tahunan kendaraan:
  • Kalau untuk pajak tahunan kendaraan siapkan: STNK, tanda pengenal, dan BPKB (dan fotocpyan semuanya). Nah, kalau untuk fotocopyan lebih enak kalau fotocopy di dalam lingkungan samsat karena mereka sudah tau bagian-bagian mana saja yang perlu difotocopy).
  • Setelah semua yang diperlukan sudah siap, masukkan ke loket yang bersangkutan. Ingat, tanda pengenal yang digunakan haruslah yang berdomisili di wilayah yang sama dengan Samsat-nya. Dengan pede-nya yang saya lampirkan adalah KTP Makassar, ada sih KTP sementara Sleman tapi ternyata sudah wafat bulan lalu. Ngok. Jangan panik klo ada masalah seperti ini tetap *smile*. Oleh pakpol yang ada di loket, saya disuruh ke gedung belakang ketemu pak Sammy, nama lengkap Samidi (bo'ong ding, ga tau nama lengakapnya :D). Karena saya sudah pernah ke sini, saya sudah tau ruangannya pak Sammy. Mblusuk-mblusuk dan mana tahu kalo mejanya beliau di situ (--"). Oleh pak Sammy, fotocopyan saya ditandai. Saat saya tanya bayar berapa, ternyata ga bayar. Saya pikir klo pake jalur aneh dan ga lazim begini biasanya bayar tapi ternyata gratis. Setelah itu, kembali ke loket yang tadi lalu Anda akan diberi nomor antrian untuk membayar di kasir.
  • Menunggu dipanggil
  • Masih menunggu
  • .....
  • Akhirnya dipanggil... Anda akan menerima rincian berapa yang harus dibayar. Seperti angkot, Bayarlah dengan Uang Pas untuk mempercepat dan ga nyusahin mb kasir *smile* . Setelah itu, Anda akan diberi kertas rincian pembayaran yang sudah bertanda lunas.
  • Menunggu lagi
  • Lagi-lagi menunggu
  • Nonton Dahsyat melalui tv di ruang tunggu.
  • Dipanggil. Horee... Serahkan bukti pembayaran untuk mengambil STNK dan Surat Ketetapan Pajak.
  • STNK dan Surat Ketetapan Pajak sudah di tangan. Selesai. Alhamdulillah.
Waktu yang saya habiskan sejak datang-selesai sekitar 55 menit. Mungkin kalau datang lebih pagi (saya tiba di sana sekitar pukul 9.20) waktu yang dihabiskan bisa lebih singkat karena antrian belum begitu banyak. Mungkin loh ya...

So, jangan lupa bayar pajak kendaraan Anda ya dan jangan telat biar ga kena denda *smile*

2 komentar:

  1. Terimakasih Infonya
    sangat bermanfaat..
    Perkenalkan saya mahasiswa Fakultas Ekonomi di UII Yogyakarta
    :)
    twitter : @profiluii :)

    BalasHapus