Tampilkan postingan dengan label mea povestea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mea povestea. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 September 2010

Perkelahian Anak Kecil, namanya juga anak-anak!

Langsung saja

Jadi, ceritanya pas tadi sehabis sholat maghrib, seperti biasa adekku dan gengnya yang paling kecil biasanya main di halaman masjid depan rumah. Seperti biasalah, anak kecil, main bareng, cekikikan bareng dan dang! Tiba-tiba ada yang nangis.

Kali ini giliran adekku yang nangis. Ngehehehh. Menurutku, hal biasalah itu kalo anak kecil main bareng trus nangis. Tapi, biasanya mereka cepat lupa dan besok main bareng lagi.

Tapi tadi, sambil nangis, adekku masuk ke rumah trus bikin laporan ke Ayahku. Sambil nangis dia merengek ke Ayah "Ayah, marahi ki' itu Anu, bla..bla..bla..". Intinya, adekku meminta kepada Ayah untuk memarahi temannya yang bikin dia nangis. Terus, apa jawaban Ayah "Ih, nda mauja' saya, kau tompa kau di situ baku berkelahi". Intinya, Ayah ga mau ikut campur urusan anaknya.

Saya ingat, dulu waktu jaman saya masih SD, saya pernah terlibat perkelahian yang sengit *halah* dengan seorang teman saya. Kayaknya, waktu itu sampai jambak-jambakan, muhahahh. Sepulang sekolah, saya kemudian menceritakan hal tersebut kepada Mama saya. Dan tebak, apa reaksi Mama saya? Mama malah marahin saya T__T Dia bilang itu urusan saya sendiri, kalau saya ngelapor sama Mama saya malah hanya akan tambah dimarahin, Huahh... Ibu yang tega, saya pikir waktu itu. Derita belum berakhir.

Besoknya pas masuk sekolah, teman berantem saya datang sama Maminya. Makk... Ciutlah saya, dengan dukungan dari teman-teman kelas waktu itu (untung banyak teman saya membela saya *terharu*), saya akhirnya sukses diomelin, huehehehh.

Hehehehh... Kalau untuk urusan kayak gini, Ayam sama Mama saya memang kompak. Dari dulu, mereka tidak pernah dan tidak mau mencampuri urusan perkelahian anaknya. Mereka berpendapat kalau urusan anak-anak biarlah anak-anak yang menyelesaikan, orang tua tak perlulah ikut campur.

Saya jadi berpikir, mungkin orang tua saya ada benarnya juga. Kalau setiap perkelahian anak kecil ada orang tua yang terlibat di dalamnya, mungkin tidak akan menyelesaikan masalah. Hanya akan memperkeruh hubungan orang tua satu dengan orang tua lainnya. Bukankah kalau anak-anak berselisih paham mereka akan segera lupa dan berbaikan kembali??

Ntar, kalau saya juga punya anak mungkin saya juga akan bersikap yang sama dengan orang tua saya :D
So, para orang tua, tak usahlah terlalu mempermasalahkan perkelahian anak kecil. Namanya juga anak-anak...


Minggu, 10 Januari 2010

Nyebrang Jalan Tambah Dosa

Saya merasa nambah dosa kalo lagi menyebrang jalan di deket tempat tinggal saya. Bagaimana tidak? Setiap saya menyebrang jalan, pasti saya mengumpat alias misoh-misoh. Bayangin aja, kalo ada motor atau mobil yang yg kurang beberapa sentimeter lagi nyambar pantat? Huahh! $%*&%^&%$%$$^%$#&^*&(&%$$
Saya mencoba berpikiran positif, mungkin orang pada kenceng-kenceng dan ga mau ngalah sama pejalan kaki karna lagi pada kebelet pengen ke belakang, tapi mosok toh y hampir semua? Apa kendaraannya pada ga punya rem? Mbok ya pelanin dikit nape kalo liat orang mau menyebrang jalan. Bukannya pelan, malah tambah kencang! kayaknya tuh niat banget pengen nabrak! Dosa apa saya bang? *hmm, bagian ini memang agak berlebihan*
Please, buat para pengguna kendaraan bermotor, mbok ya kalo liat orang mau nyebrang jalan kecepatannya dikurangin. Jangan tambah napsu! Berilah saya sedikit kesempatan kepada saya bang untuk menyebrang jalan, sebentar saja, please... *ini juga kayaknya agak berlebihan*
Saya memang tidak menyebrang di zebracross atau di jembatan penyebrangan, lha wong ga ada kok! radius beberapa ratus meter dari tempat saya menyebrang juga ga ada zebra cross. So, masa saya harus terbang? saya ga punya baling-baling bambu.
Buat yang hampir nyenggol gw, derajat lo ga lebih rendah dari pada pohon toge, "May your soul burn in hell"
*tulisan ini ad disini juga loh...

Sabtu, 21 November 2009

Ketika Nafsu Hedonisme Berkurang toh...

PKL kecil-kecilan, itu sebutan saya untuk kegiatan yang sudah saya jalani 2 minggu ini, dan masih kurang seminggu lagi. Minggu pertama, saya habiskan di sebuah dukuh di kabupaten bantul, tepatnya dukuh Jetis, desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan. Minggu kedua, di bangsal saraf dan anak rs. Sardjito.

Yah, dan dua minggu itu sukses membuat saya lebih sadar lagi kalo selama ini saya sangat beruntung mempunyai hidup seperti. Saya diberi materi yang cukup, kesehatan yang baik, keluarga yang selalu ada, dan masih banyak lagi yang mungkin sangat jarang saya syukuri. Mudah-mudahan ini bukan hanya euphoria semata. Semoga saya lebih sering bersyukur atas segala hal yang sudah saya punyai dan berhenti protes sana sini atas kehidupan ini *tsaahhhh.

Nafsu untuk hedon-hedon saya menjadi agak berkurang, jalan2 ke mall, nonton di xxi, belanja-belanja ga penting, makan2 enak, etc kayaknya ga bakal masuk agenda dalam beberapa hari ini. Walaupun memang dari dulu saya juga jarang2 melakukan kegiatan hedonisme, tapi kealpaan saya dengan hal seperti itu saat ini dengan alasan yang berbeda. Bukan saya sok peduli, sok2 merasa kasihan, atau apa dengan banyak orang yang jangankan untuk hedonisme, untuk makan saja mereka harus kerja keras, atau untuk hidup mereka harus berjuang sekuat tenaga, bukan itu. Saya lebih merasa, saya sudah cukup merasakan banyak kenikmatan hidup saat ini. Mungkin berhedon-hedon akan saya lakukan jika saya benar-benar butuh hiburan, bukan setiap saat seperti yang tak jarang saya lakukan.

Terakhir saya berharap ini bukan euphoria saja. Mudah2an hal ini bisa bertahan dan cukup lama.

Teman-teman lain, sekarang nafsu hedonisme sedang gimana? :)

Kamis, 01 Oktober 2009

Musim Reunian toh...

Libur lebaran saya kali ini agak jauh berbeda dengan liburan lebaran kemaren-kemaren, kenapa? karna liburan saya kali ini dipenuhi (hmmm, sebenarnya g penuh-penuh amat!) dengan reuni. Iya, reuni, kegiatan bertemunya kembali dengan teman lama yang pernah bersama di satu sakolahan ato organisasi. Memang, semenjak musim social network (facebook, friendster, twitter, plurk, etc) reunian jadi menjamur dimana-mana. Tapi menurut saya yang paling banyak membuat terjadinya suatu reuni dari semua social network adalah facebook. Mungkin karna kebanyakan orang membuat account mereka di facebook menggunakan nama yang sebenarnya, sehingga lebih mudah bagi orang lain untuk menemukan temannya melalui facebook. Hmm... fenomena facebook, tapi males ah bahas facebook.
Lanjut ke reuni, kemaren hampir tiga hari berturut-turut (cuma jeda satu hari), saya menghadiri 3 reuni tempat saya menuntut ilmu dulu (sd, smp, sma, kurang tk doang). Hari pertama, reuni SMP, hari kedua reuni SD (ini saya pencetusnya, hehehehhh) dan selang sehari setelah reuni SD, reuni SMA (sebenarnya bukan reuni sih, tapi acara teman2 yang serasa reuni, hehehehhh).
Yang paling lucu adalah reuni SD, mungkin karna sudah lama banget g ketemu kali y? kurang lebih 9 tahun. Trus, reuni SMP yang berubah menjadi ajang curhat rumah tangga (ett dah!), dan reuni SMA sekalian acara makan2 teman (atau acara makan2 teman sekaligus reunian). Dan benang merah ketiga acara tersebut selain reunian yaitu tempatnya (sumpah ga kreatif abis!) yang sama. Bayangin, 3 kali reunian di tempat yang sama (mall deket rumah), sapa yang g bosan? tapi untung orang2nya tidak membosankan, hahahahhh!
Hehehe... nanti kalo kuliah bakalan bisa ikut reunian kuliah ga y? secara saya terdampar sendiri kampungnya, mana besok niatnya bakalan meniti karir di kampung halaman pula. Kalo mau reuni di tempat yang mayoritas, berat di ongkos bo! (udah, mikirinnya nanti aja, lulus aja dulu, slesaiin tuh kuliah baek2!)

Sekian cerita saya soal reunian, apa teman2 sekalian juga reunian liburan kemaren?

Jumat, 04 September 2009

PDA(M?)


Tulisan ini saya copy paste dari artikel saya di politikana yang saya posting 20 jam sebelum tulisan ini saya copy paste ke blog ini.

Sebelumnya saya mau curhat dulu, sesaat sebelum tulisan ini akan saya terbitkan tiba-tiba semuanya gelap dan laptop mati (baterenya saya copot). Sial! Padam listrik setempat, yang mati cuma beberapa kamar kos di lantai atas . Untung, beberapa menit kemudian listriknya kembali mengalir. Cukup curhatnya! Jadiah saya menulis ulang tulisan saya tadi dan diawali dengan curhatan.

Aduh... tadi tulisannya awalnya kayak mana yak?

Siapa yang di tempat tinggalnya menggunakan PDAM sebagai sumber air untuk kegiatan sehari-hari, entah itu minum, masak, mandi, mencuci, dll. Kalau anda salah satunya, pertanyaan selanjutnya, apakah anda biasa meminum air PDAM dari keran tanpa dimasak atau melalui proses terlebih dahulu? Hehehh, kalau saya sih tidak.

Padahal dari namanya sih PDAM, Perusahaan Daerah Air Minum, berarti produk akhir yang dihasilkan yaitu air minum. Menurut KEPMENKES RI NOMOR 907/MENKES/SK/VII/2002 air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Jadi, menurut saya air dari PDAM itu bisa langsung kita konsumsi tanpa kita masak atau proses lebih dahulu. Tapi, pada kenyataannya siapa yang biasa minum air PDAM tanpa diolah dulu? Ayo ngaku.

Menurut saya, air dari PDAM hanya memenuhi kualitas sebagai air bersih menurut PERMENKES NO.416 THN 1990, dimana pengertian air bersih yaitu air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak. Jadi nama perusahaan PDAM seharusnya diganti menjadi PDAB (Perusahaan Daerah Air Bersih) saja. Air minum sudah pasti air bersih namun air bersih belum tentu air minum.

Atau sebenarnya air PDAM itu bisa langsung diminum cuman saya aja yang ga mau minum langsung karna takut kenapa-kenapa? hehehehh. Atau jaman dulu, dulu banget, air dari PDAM bisa langsung diminum tapi sekarang karna pencemaran terjadi dimana-mana (pencemaran udara, tanah, air, nama baik, dll) sehingga air PDAM sudah tidak dapat diminum langsung? Entahlah, saya juga ga tau.

Kalau menurut saya sih, PDAM seharusnya aqiqah lagi buat ganti nama, hehehehh...

Oh iya, tulisan ini terinspirasi dari kuliah tadi pagi *seandainya saya sering terinspirasi oleh kuliah...*

gambar ngambil di sini


Selasa, 01 September 2009

Telat dan Seceng

Suatu pagi di sebuah kelas, nampak seorang mahasiswa sedang menghitung-hitung uang seribuan yang lumayan *lumayan buat kipas-kipas* beserta recehan-recehannya, habis ngamen bang? Cek per cek ternyata itu uang hasil rampokan err bukan, tapi hasil denda telat pagi itu. Mahasiswa? Denda telat? Are u kidding me?

No, I'm not kidding you. Pertanggal 31 Agustus 2009 melalui suatu urung rembuk yang sangat alot sampai ada pertumpahan darah, halah, akhirnya diputuskan bahwa:
  • Yang telat masuk kuliah, ga peduli berapa menit, akan dimintai upeti sebesar seribu rupiah alis seceng dimana duit itu akan menjadi milik negara gabuza-family.
  • Para telaters akan dicatat dan ditagih (akan lebih baik klau sadar diri, sehingga tidak perlu ada pertumpahan darah) oleh petugas pencatat telat atau panggil saja mereka ekselat (eksekutor telaters).
  • Yang telat lebih dari 15 menit akan diberi keringanan g usah ikutin kuliah, loh? Kamsudnya, ga usah masuk gitu loh jeng!
  • No ngeyel!
Hahahh, jangan kaget gitu dong *idih... yang kaget siapa? dilempar sepatu*
Ini semua bukan tanpa alasan dilakukan. Dengan dimasukinya semester baru (dan kayaknya tahun terakhir, amin!), gabuza family ingin meninggalkan citra baik di depan paradosentercinta (catat, di depan, dibelakang? who knows?). Mendengar berita dari burung bul-bul yang ga sengaja seliwer-seliwer di gedung kuliah bahwa ada beberapa dosen yang murka dan berniat mengutuk para warga negara gabuza family (entah itu kutukan badan akan dipenuhi bulu atau bersin 7 hari 7 malam nonstop) sehubungan dengan punctuation alias ketepatan waktu. Para dosen itu tidak senang ketika akan mentransfer ilmunya ehh, para murid malah g ada atau saat lagi konsentrasi mentransfer ilmu tiba-tiba ada commercial break tiba-tiba lewat tanpa perasaan berdosa membuyarkan konsentrasi mereka.

Nah, atas latar belakang di atas maka peneliti ingin, halahhhh, maka beberapa orang di gabuza family, salah satunya saya, huehuehue (saya akui kalo saya adalah salah satu commercial break yang cukup sering muncul, ampunkan saya!) membuat keputusan di atas. Hmm, dengan adanya kepwar (keputusan warga) di atas, diharapkan para dosen yang akan mengutuk kami tidak jadi mengutuk kami, sebaliknya mendoakan kami akan cantik dan cakep selalu, diberi tambahan uang jajan dari orang tua, dan lulus tepat waktu (karna mereka sudah bosan melihat kami), amin!
Selain membuat warga gabuza family lebih on time, membuat dosen senang, upeti yang diperoleh juga bisa menambah pemasukan kas negara, hehehehhh! Lumayan... Asal jangan sering2 aja bayar upeti, nanti warganya bisa jatuh miskin.

Nah, apakah hal di atas akan sukses? Sukses membuat warga gabuza family on time atau sukses membuat beberapa warga gabuza family jatuh miskin? kita lihat saja nanti!

Rabu, 26 Agustus 2009

Jika Sedang Hari Lahir

Yo..yo..yo..
Sepertinya ide untuk menulis selalu datang di saat-saat seperti ini, lewat tengah malam, sunyi, hanya ditemani suara jangkrik dan TV yang beradu *tsahhh

Bulan apakah sekarang? Yuk bulan ramadhan klo menurut penanggalan hijriyah dan bulan agustus menurut penanggalan masehi. Yang selalu membuat saya ingat klo bulan agustus pasti banyak banget temen yang ultah selain dua orang rumah, mama dan ilo "little brother", yang memperingati hari lahir. Oh iy, dan negara kita tercinta Indonesia kok y juga pas hari lahirnya (lahir? merdeka kali ya lebih tepatnya!) juga bulan Agustus. So, bulan Agustus di kamus hidup saya, saya nobatkan menjadi bulan rame yang lahir, hehehehhh...

Trus, klo banyak yang hari lahirnya emang kenapa? y ga kenapa-kenapa sih, paling bisa lebih hemat dikit. Kok bisa? Kan banyak yang traktiran, hahahahh, ngarep! *ditimpuk kue tart*.

Saya tergolong orang yang jarang mengingat hari lahir orang, suer deh!So terima kasih tuh buat social networking yang ada pengingat hari lahirnya, paling g bisa tau hari lahir orang lah. Tapi, walaupun saya tau ultah orang, saya tergolong manusia yang jarang mengucapkan selamat hari lahir buat orang lain. Klo saya ngucapin biasanya kebanyakan gara-gara latah. Iya, beneran! Misalnya, ada orang di samping saya tiba ngucapin selamat hari lahir buat temen saya, mau g mau saya juga pasti ikutan ngucapin dong! Masa liat2in doang, g berperasaan banget saya (ga nyambung kau wa!). Trus kenapa saya jarang ngucapin selamat hari lahir ke orang lain?

Hehehh, bukannya saya ga senang kalo ada orang yang sedang "hari lahir", trus bukannya juga saya ga mau sok perhatian, atau saya sirik sama tanggal lahirnya yang cantik (mis, 11 Feb, gila cantik banget ni tanggal, beruntunglah yang lahir di tanggal itu), bukan. Tapi saya memang menganggap kalo hari lahir itu tidak se istimewa seperti anggapan banyak orng lain. Mungkin ini juga ada hubungannya dengan kebiasaan di keluarga kali yak? Semenjak kecil, saya g pernah tuh hari lahirnya dirayain dengan pesta khas ulang tahun, dimana ada kue tart, bingkisan, topi-topi lucu, bla bla bla. Seinget saya, saya baru rayain ultah pas udah agak-agak gede, itu pun cuma ngundang temen makan masakan mama di rumah, tapi itu rasanya dah spesial banget buat saya.

Ga' salah sih ngerayain hari lahir. Mungkin itu merupakan wujud rasa syukur karna masih dibiarin hirup napas dengan bebas sama Sang Pencipta. Tapi, bukankah seiring bertambahnya usia kita juga semakin dekat dengan kematian? *aduh, serem amat sih ngomongin mati-mati*. Iya kan ya? Tapi terserah sama individu masing-masing sih, mau gimana menanggapi hari lahir *lah... hidup hidup dia, masa' kita yang tentuin*.

ps: tapi sumpah, saya ga pernah nolak kalo dikasih kado atau surprise di hari lahir saya, apalagi kalo selain hari lahir, saya terima dengan ikhlas! :D

Jumat, 21 Agustus 2009

Resolusi Ramadhan tahun ini (cie..cie..!)

Note iseng agak serius sebelum tidur, huehuehue...

Hmm.. sehubungan dengan puasa ramadhan yang kurang lebih 28 jam dari sekarang, saya bermaksud membuat resolusi ramadhan saya tahun ini. Bukan bermaksud apa2 sih, sekalian buat catatan dan share sama teman2 yang baca ni note.

So, this is my resolution *diiringi bunyi genderang*:

1. Khatamin Al-qur'an. Emang sih, saya baru rajin ngaji klo romadhan doang. Klo hari2 biasa? hehehhe *garuk2 pala*. But, daripada ramadhan ngaji saya juga gitu2 aja? hehehehhh.
2. Presensi tarawih berjamaah di masjid minimal 90%. Sebenernya standarnya agak saya turunin dari tahun kemaren, berhubung tahun ini saya mudik (dan lebih awal), pasti banyak halangan dan rintangan untuk tidak tarawih jamaah di mesjid,
3. Kurangi bergosip. yah, ini memang susah menetukan tingkat ketercapaiannya. Paling g', berusahalah buat g gosip2. Atau ada yg tau parameter pngukurannya seperti apa? bantu saya.
4. Banyak2in sedekah. Baik materi maupun non materi. Dari uang kertas sampai senyuman maut manis, huehuehuee. Ini juga sama, g punya minimal pencapaian :D
5. No boros-boros. Maksudnya, klo bisa pengeluarannya jangn berlebihan, apalagi buat makan. Eh... pan kita lagi puasa yak! Paling g tuh pengeluaran sama aja seperti hari-hari biasa, walaupun tukang jualan makanan enak2 bertebaran semasa ramadhan.
6. Kurangi tidur. Aduhhh... sepertinya ini yang paling susah. Walaupun tidurnya orang puasa juga ibadah, but belakangan ini saya akui klo saya memang agak2 kebo klo dah tidur, hehehehhh. Batas pencapaian maksimal 8 jam perhari (masih kebanyakan yak? ett dah buset, udah minimal ini), dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan saya :D

Aduhh... banyak ya resolusinya?

Nah, ehm, ehmm, dapatkah Marini Salwa menjalankan resolusi yang dibuat sendiri? *gaya bicara presenter ins**t **ve****asi. Kita liat saja nanti...

Selasa, 18 Agustus 2009

Loveless Story

Hmmm... sekarang saya sedang pengen curhat, hehehhe, dari kemaren curhat mulu biarin ahh!

Iya, ini murni terilhami oleh teman-teman saya dan orang-orang disekitar saya sehingga saya mau nulis eh ngetik postingan ini.
Aduh, malu nulisnya *garuk-garuk kepala*. Sebenarnya ini mengenai cerita antara kaum hawa dan kaum adam. Yap, cewek dan cowok gitu deh! Yang ada di pikiran saya sekarang itu, uhhmm, kok sampe sekarang (dulu pernah sih tapi udah lamaaaaa bangettt) saya ga pernah punya kisah mengenai cowok yang bisa diceritain yak? Sial. Saya sih g ngarepin cerita muluk-muluk happy ending, misalnya ada cowok guanteng sedunia tiba-tiba datang di depan saya terus menyatakan cinta sembari membawa seikat bunga, bukan, bukan itu. Hmm... Ato tiba-tiba ada orang tajir mampus ngajakin merit, ngimpi amat!

Sumpah, saya lupa kapan terakhir kali punya cerita-cerita heboh yang bisa diceritain sama teman-teman mengenai hal yang satu itu. Tapi yang saya heran, kenapa tiba-tiba kepikiran yak sekarang? sial! Maless banget dah! Bukannya saya g mau pikirin gituan, sumpah! Saya malahan pengen banget tuh punya cerita, g mesti cerita syahdu nan so sweet deh, cerita miris nan amit-amit juga bolehlebo, misalnya ngegebet cowok tapi ternyata tuh cowok dah punya cewek *najis, jangan sampe kejadian!*, ato naksir cowok gantengsangat tapi ternyata cowok itu gay *huekkss*. Bukannya saya berharap kejadian jelek kayak gitu bakalan terjadi, tapi saya cuma kepikiran pengen punya cerita seru tentang cowok. Seburuk-buruk apapun ceritanya, setidaknya bisa menjadi pengalaman buat saya. Lah ini, hadohhhh!

Aduh, kok kayaknya saya hopeless banget yak! Ampun dah. Saya cuma iri aja liat temen-temen yang lain pada seru-seruan cerita tentang cowok atau gebetan masing-masing. Dan saya juga sangat salut *g pake gery* sama temen-temen yang mau curhat tentang hal yang kayak gitu karna saya akui saya bukan orang yang gampang curhat mengenai hal yang kayak gituan (soalnya lo g punya bahan apa yang mau lo curhatin, buakakakkk)!

So, intinya sampe sekarang saya belum mengharapkan ada cerita cinta yang sangat indah yang akan berakhir sangat happy ending bakalan terjadi di hidupku. Saya yakin banget semua hal akan indah pada waktunya *jyahh, kayak judul lagu*, tinggal tunggu tanggal mainnya aja, hehehehh. Saya cuman berharap bisa punya cerita masa muda *tsahhh* yang bisa dikenang nantinya, g peduli manis atau pahit.

*ps: apa cerita mengenai saya g punya cerita cinta juga merupakan suatu cerita cinta yang patut diceritakan? buakakakk, entahlahhh

Senin, 20 Juli 2009

Setelah Berhasil

HUahhhh, akhirnya blog ini bisa juga kubuka. Dari bebrapa hari yang lalu mau kubuka tapi g bisa-bisa. Setelah dengan sekuat tenaga (halah...) dan doa serta mencoba beberapa ratus kali, voila... Bisa! Yeyeyeyeyeyeye.......

Banyak banget yang terjadi belakangan ini, pusing yang mana yang mau ditulis duluan.

1. Bom, lagi-lagi. Astagfirullah... Sabar yah negeriku, buat org2 yang menjadi korban semoga diterima di sisi tuhan, dan buat keluarga yg ditinggalkan diberi ketabahan.
Dampak Bom, sepenglihatan saya:
  • MU batal tampil, yaiyalah. Mending menang WO daripada kena Bom, dan akhirnya MU main 2 kali di Malaysia, damn!
  • Saling tuduh2an. Mana tuduh2annya gawat lagi antara org2 penting di Indonesia. Ckckck, ini nih, taunya cari kambing hitam doang. Kasihan si kambing...
  • Keamanan ditingkatkan. Huek... dah telat!
2. Hari jum'at kemaren, mapadok habis baksos di kaki gunung Sindoro. Baru kali ini mapadok ngadain baksos, hehehehh... Walaupun kegiatannya menurutku belum cukup optimal, mungkin karena first time kali yah (+thinking...+thinking...)

3. Habis baksos, lanjut naik gunung ke Sindoro. Great experience... yeyeyey! Berapa kali naik gunung baru kemaren ngeliat sunrise. Ett dah, bagus banget! Sumpah. Huhuhu, kemaren puas deh dengan pemandangan2 yg terhampar di depan mata. Walaupun capek tapi semua terbayar dengan pemandangan2 yg g bakalan ditemuin klo g naik gunung. Apalagi y?

Sudah, itu dulu aja. Mau mandi sore dulu, huehuehue

Minggu, 31 Mei 2009

Peringatan Itu

Kejadian dua hari belakangan ini membuatku Agak Sadar (jadi, selama ini?). Selain itu juga mengingatkanku kalau Allah sangat sayang sama kita semua.

Kejadian 1 : Hilangnya laptop anak kosan, dua sekaligus.
Are kidding me? huahuahua... serem abis! Kosan ku yang terkenal aman ternyata bisa kecurian juga. Terlepas dari siapa pelakunya, pokoknya mulai sekarang harus hati-hati. Mungkin dengan kejadian ini, kita makin aware dengan lingkungan sekitar kita. Mudah-mudahan pelakunya bisa diketahui secepatnya sehingga tidak membuat kami (anak kosan) penasaran dan laptopnya bisa balik lagi (Mudah2an!). Jadi ingat pesen Bang napi "Kejahatan terjadi bukan hanya karna ada niat pelakunya tapi juga karna ada kesempata, Waspadalah, Waspadalah!"

Kejadian 2: Kecelakaan (Nyeruduk Mobil)
Alhamdulillah temen saya (yang bawa motor) lukanya tidak parah, are u kidding me? (cuma 5 jahitan di jari tengah tangan kiri) dan saya tidak kenapa-kenapa. Pelajaran yg bisa saya ambil adalah hati-hati klo naek motor (Ihhh... telat kamu taunya wa!). Yah, walaupun kita dah hati-hati kita juga g bakal tau apa yang akan terjadi.
Pelajaran lain yaitu, sediakan selalu P3K di tas anda. Yah, g usah banyak-banyak. Misalnya, Iodine, Kapas, Plester luka, Absorben racun, Antasida, dll. Oh, iy! Obat2an pribadi juga penting. Misalnya bagi yg berpenyakit asma, alergi, panu (loh??), dll.

Pokoknya, aku cuma ingat 2 kejadian itu. Semoga bisa menjadi pelajaran buat kita semua.

Selasa, 26 Mei 2009

Ayah, Dukung JK-Win

-lebih bagus kalau buka pake mozilla-

Tulisan ini sehubungan dengan pilpres nanti yang kemungkinan besar tidak dimenangkan oleh JK-Win. Kenapa saya bilang begitu? Soalnya Ayahku mendukung mereka untuk jadi pemenangnya. Loh kok bisa?

Iya, Ayahku memang sering menjadi tim sukses, entah itu untuk partai, capres, atau pilkada. Tapi, semua yang didukung pasti g pernah menang! Sekalipun!

Pemilu pertama yg partainya banyak (48 partai klo g salah). Partainya dapat suara dikit banget. Pemilu kedua, gabung di partai baru bwt daftar pemilu 2004, eh g lolos verifikasi. Akhirnya gabung ma partai lain (PDIP klo g salah). Pas pilpres otomatis dukung Mega dong... eh, kalah! Huehuehue. Yang terakhir, jadi ketua tim sukses salah satu calon kepala daerah di kampung kelahirannya. And guess what? Yep, kalah!

Aku g bermaksud ngejelek-jelekin ayah sendiri (masa' ayah sendiri digituin, jadi anak durhaka dong!). Tapi, emang kayak gitu. Pernah suatu hari aku ngobrol-ngobrol tentang hal ini, ayahku ketawa-ketawa terus bilang "Iya kali ya? Ayah g cocok jadi tim sukses. Kalah terus. Kasihan yang didukung ma ayah". Terus kita ketawa bareng, huehueheue.....

Nah, pilpres kali ini keluargaku terlebih lagi ayahku sangatamatmendukungsekali pasangan JK-Win. Entah karna berasal dari satu daerah ato memang karena menurut ayahku mereka memang pantas jadi orang no satu dan dua di negara Republik Indonesia tercinta. Pernah satu kali aku ngejek-ngejek JK-Win di FB, trus adekku bilang "Satu rumah dukung mereka loh, coba ayah denger mungkin g bakalan dikasih uang jajan kamu, hahahahahhh" (wadow, adekku berlebihan!).

Kesimpulannya, kali ini aku mendukung ayahku untuk mendukung pasangan JK-Win, "Ayo Yah, dukung JK-Win"