Jumat, 15 April 2011

Naik Kereta Api, Tut...tut...tut...





Foto di atas berlokasi di bawah Jembatan Lempuyangan. Coba saja ke sana pada sore hari, atau kalau mau ramai pada hari sabtu sore. Selain melihat kereta api lewat pada radius 1-2 meter, di sana juga tersedia hiburan untuk anak-anak. Ada odong-odong, mancing ikan, gelembung sabun, dan itu aja kayaknya :P Banyak yang jual makanan juga loh, dari angkringan, martabak seribuan (eh, serius!), mie ayam, pokoknya banyak dah!

Dulu saya mengira yang ramai mengunjungi tempat itu adalah warga sekitar, tapi setelah bertanya ke beberapa pengunjung di situ ternyata mereka juga ada yang datang dari jauh. Memang khusus datang ke situ untuk mengajak anak mereka melihat kereta api lewat.

Hiburan yang murah meriah memang. Tapi, bahayanya juga tidak bisa dihiraukan begitu saja. Pernah pas saya lagi di sana, ada anak kecil yang lepas dari perhatian orang tuanya. Adududuhhh... Untung aja pas ga ada kereta yang lewat. Di dekat situ sebenarnya ada sih pos penjagaan, tapi ya gitu deh...

Masyarakat memang butuh hiburan yang murah meriah. Tapi apakah murah meriah selalu dibarengi dengan bahaya seperti itu?

Btw, happy (menjelang) weekend. Siapa tau yang di Jogja mau ke tempat yang ada di atas, hehehh!








Kamis, 23 Desember 2010

Twibout: PUGS

Yah, sebelum hilang dimakan timeline *halah*, sebaiknya kita amankan!
Ini twibout (twit about) PUGS tanggal 18 Desember 2010

  • Woghh... sudah dibilangin berapa ratus kali kalau "4 sehat 5 sempurna" sudah tidak ada lagi di dunia ini.
  • Jadi, slogan "4 sehat 5 sempurna" itu sudah dikenal sejak tahun 1950. Bahwa, makanan yg bergizi adalah yg memenuhi "4 sehat 5 sempurna"
  • Nah, karena kita makin pintar, "4 sehat 5 sempurna" sudah tidak lagi relevan. Dan tahun 1994, berubah menjadi "Pedoman Umum Gizi Seimbang"
  • Dan akhirnya, pada tahun 2002, disempurnakan lagi menjadi "13 Pedoman Umum Gizi Seimbang"
  • Yes, Thirteen, lucky number. 1. Makanlah Aneka Ragam Makanan. Jangan seperti kura2 saya, makannya pelet aja :))
  • 2. Makanlah makanan u/ memenuhi kecukupan energi u/ kegiatan sehari-hari. Jgn makan porsi kuli tapi cuma tidur seharian :))
  • 3. Makanlah mknn smbr karbohidrat (nasi,mie,roti,ubi,dll) 1/2 dr kbthan energi. Ini pke hitungan dikit, tanya lbh lanjut, bayar
  • 4. Batasi konsumsi lemak dan minyak, 1/4 dr kcukupan energi. Klo tanya ttg tweet sebelum ini, bonus tanya ini juga dah
  • 5. Gunakan garam beryodium. Selain gondok, kekurangan yodium juga berdampak pada tingkat kecerdasan loh tweeps...
  • Nah, yg jrg diketahui, yodium itu zat yg mudah menguap. So, penggunaan garam beryodium baiknya sesaat sebelum makanan disantap
  • 6. Makanlah makanan sumber zat besi. Apalagi umur2 remaja seperti saya, butuh banget... Jangan makan besinya tweeps
  • Smbr zat besi: bhn pangan hewani, kacang2an, sayuran hijau. Tp, perlu diingat, yg plg baik diserap itu yg dr hewani (daging, ikan, telur)
  • 7. Berikan ASI pada bayi sampai umur 6 bulan. Salut deh sama ibu yg bisa kasih ASI Ekslusif *menjura*
  • 8. Biasakan sarapan. Jangan kyk saya tweeps, kadang dijamak sama makan siang (ˉ_ˉ")
  • 9. Minumlah air bersih, aman, & jumlahnya cukup. Jgn terapkan "sambil menyelam minum air" ya tweeps, kasihan ginjalnya klo b'lebihan
  • Kata dosen saya, manusia itu seperti kantong air berjalan krn +-60% berat badan manusia adlh air. Bisa dibayangkan bgaimana pentingnya air.
  • 10. Lakukan kegiatan fisik dan olahraga secara teratur. Yah, agak susah memang klo mau konsisten b'olahraga
  • 11. Hindari minum minuman beralkohol. Ah, ini mah ga susah ya tweeps, ya gak? *cheers* *pake wine*
  • 12. Makanlah mkanan yg aman bgi kesehatan. Klo ini mah gmpang2 susah. Mmang kita dituntut aktif mncari tau bgaimana mknn yg aman itu
  • 13. Bacalah label makanan yg dikemas. Mulai dari ingridiens, komposisi, expired date. Jgn lihat tempelan harganya doang tweeps :P
  • Eh, serius deh, membaca kandungan nilai gizi di kemasan makanan itu menyenangkan loh tweeps. Minimal kita taulah brp kalori yg kita makan.
  • Bagi yg ga mau rugi sperti saya, kita bisa membandingan nilai gizi 2 produk dgn harga yg sama. Kalau saya tentu pilih yg lebih dong...
Sekian, terima kasih :)

Senin, 06 September 2010

Perkelahian Anak Kecil, namanya juga anak-anak!

Langsung saja

Jadi, ceritanya pas tadi sehabis sholat maghrib, seperti biasa adekku dan gengnya yang paling kecil biasanya main di halaman masjid depan rumah. Seperti biasalah, anak kecil, main bareng, cekikikan bareng dan dang! Tiba-tiba ada yang nangis.

Kali ini giliran adekku yang nangis. Ngehehehh. Menurutku, hal biasalah itu kalo anak kecil main bareng trus nangis. Tapi, biasanya mereka cepat lupa dan besok main bareng lagi.

Tapi tadi, sambil nangis, adekku masuk ke rumah trus bikin laporan ke Ayahku. Sambil nangis dia merengek ke Ayah "Ayah, marahi ki' itu Anu, bla..bla..bla..". Intinya, adekku meminta kepada Ayah untuk memarahi temannya yang bikin dia nangis. Terus, apa jawaban Ayah "Ih, nda mauja' saya, kau tompa kau di situ baku berkelahi". Intinya, Ayah ga mau ikut campur urusan anaknya.

Saya ingat, dulu waktu jaman saya masih SD, saya pernah terlibat perkelahian yang sengit *halah* dengan seorang teman saya. Kayaknya, waktu itu sampai jambak-jambakan, muhahahh. Sepulang sekolah, saya kemudian menceritakan hal tersebut kepada Mama saya. Dan tebak, apa reaksi Mama saya? Mama malah marahin saya T__T Dia bilang itu urusan saya sendiri, kalau saya ngelapor sama Mama saya malah hanya akan tambah dimarahin, Huahh... Ibu yang tega, saya pikir waktu itu. Derita belum berakhir.

Besoknya pas masuk sekolah, teman berantem saya datang sama Maminya. Makk... Ciutlah saya, dengan dukungan dari teman-teman kelas waktu itu (untung banyak teman saya membela saya *terharu*), saya akhirnya sukses diomelin, huehehehh.

Hehehehh... Kalau untuk urusan kayak gini, Ayam sama Mama saya memang kompak. Dari dulu, mereka tidak pernah dan tidak mau mencampuri urusan perkelahian anaknya. Mereka berpendapat kalau urusan anak-anak biarlah anak-anak yang menyelesaikan, orang tua tak perlulah ikut campur.

Saya jadi berpikir, mungkin orang tua saya ada benarnya juga. Kalau setiap perkelahian anak kecil ada orang tua yang terlibat di dalamnya, mungkin tidak akan menyelesaikan masalah. Hanya akan memperkeruh hubungan orang tua satu dengan orang tua lainnya. Bukankah kalau anak-anak berselisih paham mereka akan segera lupa dan berbaikan kembali??

Ntar, kalau saya juga punya anak mungkin saya juga akan bersikap yang sama dengan orang tua saya :D
So, para orang tua, tak usahlah terlalu mempermasalahkan perkelahian anak kecil. Namanya juga anak-anak...