Jumat, 20 Desember 2013

Tentang Koruptor Kecil Berseragam Oranye

Korupsi. Siapa yang tidak benci dengan kata yang satu ini (kecuali koruptor dan teman-temannya). Namun, kadang secara sadar maupun tidak, kita sendiri yang membuat korupsi ini bisa tewujud. Saya beri satu contoh kecil namun sangat sering kita (atau saya) lakukan. Bayar parkir.

Saya sendiri seringnya sebal dengan tukang parkir. Apalagi tukang parkir dengan rompi oranye yang banyak di pinggir jalan. Entah mereka itu petugas parkir resmi atau bukan. Saya kasih satu contoh, misalnya di jalan Malioboro. Entah berapa puluh petugas parkir yang ada di sana. Saat kamu markir motor di sisi barat jalan, oleh seorang petugas parkir di sana kamu akan diberi sepotong karcis parkir. 

Modus korupsi pertama adalah biasanya kamu akan diberi karcis parkir bekas. Saya pernah beberapa kali diberi karcis bekas, namun kalau sedang ingin berdebat saya pasti protes dan akan meminta karcis yang baru. Biasanya petugas parkir itu akan kesal dan saya juga ga mau kalah pasang tampang jutek. Modus korupsi yang kedua, dan ini yang masih terjadi seakan-akan itu memang sudah lumrah dan bukan hal yang salah, adalah meminta bayaran yang lebih dari harga yang tertera di karcis parkir. Kalau di karcis parkir tertera Rp 1000 untuk motor, maka yang harus kita bayar ke tukang parkir adalah Rp 1500. Iya, dilebihkan 500 rupiah. Dulu, waktu di karcis parkir masih tertera Rp 500 untuk motor, saya biasanya membayar Rp 1000. 

"Bukan permisif, anggap saja sumbangan buat tukang parkirnya. Toh, cuma lima ratus perak ini!". Iya, kalau cuma satu motor. Kalau seribu? Trus jangan lupa kalikan 30 kali dalam sebulan. Itu bukan angka yang sedikit. Coba deh kamu berdebat dengan tukang parkirnya, paling dikatain pelit. Hanya karena lima ratus rupiah. 

Itu baru tukang parkir yang ada karcisnya, yang ga pakai karcis? Lebih banyak lagi. Mereka ini, ga peduli kamu markir cuma beberapa detik pasti akan dimintai uang parkir dan tak ada karcis parkir sama sekali. Mereka juga kadang jago, muncul hanya beberapa detik sebelum kau beranjak dari tempatmu memarkir kendaraan. Dan... tukang parkir ini ada di mana-mana. 

Ini bukan masalah 500 atau 1000 rupiah. Melainkan mengapa kita sangat permisif untuk membiarkan mereka mengambil uang kita yang bukan haknya. Para tukang parkir ini merasa bahwa itu memang kewajiban kita, memberikan 1000 rupiah kepada mereka. Dan kita merasa ini bukan hal yang salah. "Jangan naik kendaraan pribadi kalau tidak mau bayar parkir!", bukan, bukan itu masalahnya. Saya lebih rela membayar lebih mahal asalkan saya diberi karcis parkir resmi dan membayar sesuai dengan harga yang tertera. 

Saya jadi curiga, jangan-jangan korupsi di Indonesia ini ga bisa berhenti karena memang kita yang permisif. Apalagi untuk koruptor-koruptor kecil berseragam oranye ini.

Selasa, 17 Desember 2013

Tentang Buku Bacaan Untuk Anak Kelas 5



Saya punya adik bungsu yang sekarang duduk di bangku kelas 4 sd, namanya Muthia. Sebagai kakak, saya pengen adik saya ini tidak seperti kakak-kakaknya yang lain. Tidak, saya tidak ingin adik saya pintar dan jenius, saya cuma ingin adik saya ini punya niat membaca yang cukup baik. Saya sendiri bukan tipe penggemar membaca buku (buku bacaan selain buku teks wajib dari sekolah) waktu seumur Muthia. Waktu kecil saya cuma ingat sempat punya satu set buku cerita tentang lumba-lumba yang berwarna-warni. Selebihnya, saya tidak ingat lagi. Oh iya, saya juga ingat tentang buku sejenis ensiklopedia, tapi itu punya teman saya. Keren sekali rasanya buku itu, rasanya semua hal di dunia ini ada di buku itu (Ingat, waktu itu belum ada wikipedia). Niat membaca buku-buku bacaan baru mulai timbul ketika SMA. Saya membaca Totto Chan dan Sang Alkemis. Sampai sekarang pun, saya lebih sering membaca novel. Oh, saya juga ingat (entah waktu sd atau smp) saya sering membaca beberapa buku seri Goosebumps. Jangan lupa juga buku serial Lupus yang waktu itu bisa bikin saya ngakak ga karuan. Oke, kembali ke adik saya.

Sejauh ini, saya belum pernah melihatnya membaca buku selain buku teks sekolahnya. Itu pun (mungkin) dibaca ketika sedang mengerjakan PR, hahahh. Buku komik pun sepertinya tidak pernah dibacanya, padahal di rumah saya cukup banyak komik koleksi adik-adik saya. Saya jadi berpikir, apa mungkin nanti kalau dia sudah cukup besar, niat bacanya akan muncul sendiri? Ya seperti dulu saya (walaupun niat baca saya muncul karena terpengaruh lingkungan dan pergaulan di luar sekolah waktu itu). Padahal untuk sekarang ini, di rumah (yah walaupun saya masih jadi anak rantau) sudah cukup ada contoh untuk dia memulai membaca buku. Ayah dan ibu saya sering membaca buku-buku agama, adik saya juga cukup sering membaca novel (masalahnya, dia kalau membaca di kamar jadi tidak kelihatan sama adik saya yang bungsu). Trus kenapa anak ini rasanya belum punya niat membaca ya? Belum cukup contoh dari orang rumah? Anaknya terlalu hobi main? Atau budaya membaca buku dari sekolah juga masih belum terlalu dipedulikan? Hmm... Let's not blame each other!

Nah, sebagai kakak yang peduli (atau obsesif?), saya ingin mengenalkan adik saya kepada membaca buku sejak sekarang. Nanti (kapan-kapan) akan saya tuliskan kenapa baru sekarang saya ingin adik saya mulai membaca buku-bukunya sendiri sejak dini. Mungkin di rumah saya ada beberapa buku yang bisa menjadi bahan bacaannya tapi karena itu bukan bukunya sendiri makanya dia merasa tidak punya keinginan ataupun keharusan membacanya. Saya lalu berinisiatif untuk membelikan dia buku bacaannya sendiri. Saya pun mencari referensi buku bacaan yang cocok untuk umurnya melalui internet. Masukkan "buku bacaan untuk anak kelas 5" ke kolom pencarian di google, tekan enter. (Kenapa kelas 5, bukan kelas 4? gapapa, biar ganjil aja! Toh, setahun lagi dia sudah kelas 5.)

Screen capture pencarian "buku bacaan anak kelas 5" di google
Tidak terlalu banyak membantu memang ya kalau kita memasukkan kata kunci bahasa Indonesia di kolom pencarian google. Ada di salah satu tautan yang memberi solusi untuk langsung ke toko buku saja untuk melihat langsung ke toko buku dan memilih sesuai selere. Baiklah. Selanjutnya, mari kita masukkan "Books for 5th graders" ke kolom pencarian, tekan enter.

Screen capture pencarian "book for 5th graders" di google
Voilah, ada banyak referensi yang bisa didapatkan dengan memasukkan kata kunci berbahasa Inggris. Ada dari goodreads, greatschool, atau public-library-ini. Oke, bagus. Masalahnya adalah karena semua tautan tadi berbahasa inggris, tentu saja buku-buku yang menjadi referensi adalah buku-buku yang berbahasa inggris pula. Okelah, beberapa mungkin sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia tapi kok itu buku kayaknya berat amat ya untuk adek saya? Mengingat dia yang pemula dan tidak terlalu tertarik dengan membaca. Apa saya saja yang merasa buku-buku itu terlalu berat untuk anak kelas 5? Soalnya saya ingat ada beberapa kenalan saya yg sudah membaca buku Bumi Manusia-nya Pram sewaktu dia masih SD. Ett dah, saya saja baru membacanya beberapa tahun yang lalu. 

Saya ingin mengenalkan si bungsu dengan buku yang ringan-ringan dulu tapi tetap sesuai umur dia. Mungkin akan lebih mudah kalau saya ajak dia langsung ke toko buku dan biarkan dia sendiri yang memilih bukunya. Sayang, saya sedang tidak di rumah saat ini. Apa beli buku sesuai hobi dan kegemaran dia sekarang aja apa ya? Buku-buku tentang Coboy Junior, Blink, atau Coboy Junior begitu? Ah... saya bingung!

*Foto paling atas saya ambil dari sini 

Minggu, 15 Desember 2013

Daftar Lagu Suka Suka

Daftar Lagu Suka Suka  minggu ini:

5. ABBA - SOS
4. SNSD - Day By Day
3. Ratu - Dimanakah Kau Ada
2. One Republic - Dreaming Out Loud (Album)
1. Mariah Carey - All I Want For Christmas Is You

Saya jarang mendengarkan penuh satu album penyanyi. Album Dreaming Out Loud ini salah satu album yang hampir semua lagu di dalamnya ku suka. Paling favorit sih Apologize dan Stop and Stare. "Stop and stare... I Think I'm moving but I go nowhere...", kayaknya tema album ini adalah masygul. Kayaknya.

Di urutan 4 ada Day By Day-nya SNSD. Ini video klipnya cute (saya yg cewek aja bilang cute, apalagi cowok-cowok ya ^^), atau gwiyomi kata orang Korea. Ya ya... saya memang salah satu dari berjuta manusia yang terseret Hallyu atau Korean Wave. Muahahahh.

Dan karena sekarang suasananya menyambut natal di mana-mana, saya jadi memutar salah satu lagu bertema natal yang saya suka. Menurut saya All I Want For Christmas Is You ini sebenarnya lebih ke lagu cinta sih dari pada lagu natal, bagi yang ga tau lagunya coba deh simak liriknya.