Senin, 09 April 2012

#BukanEkspedisiCincinApi: Gunung Bromo


Long weekend kemarin, dengan rencana yang medium alias setengah matang, saya dan Betoy berangkat dengan niat mulia untuk bersenang-senang. Gunung Bromo menjadi tujuan mulia kali ini.

Kali ini kami jalan bersama tiga orang kenalan baru. Janjian bertemu di terminal Probolinggo untuk nanti bareng ke Bromo. Iya, kali ini kami memilih jalur Probolinggo untuk mencapai Bromo. Sebenarnya ada beberapa alternatif menuju bromo tapi saya cuma tau 2 yaitu via Probolinggo atau Malang. Jadi, kami memilih lewat Probolinggo karena alasan tidak ada, muahahahh.

Saya lagi malas nulis catatan perjalanan. Biarlah catatan perjalanan (dan juga biaya) itu tetap di buku catatan saya sendiri :p

Karena memang sedang long weekend, saya memang tidak berharap kalau tempat wisata satu ini akan sepi, tenang, dan tentram. Yuk, baik wisatawan lokal maupun mancanegara memenuhi tempat wisata ini, rame beudhlah pokoknya.

Lihat sunrise di Pananjakan, Gunung Batok dan Kawah Bromo, Lautan Pasir, dan padang Savana menjadi tujuan kami. Cuaca hari itu memang tidak cukup mendukung. Mendung yang cukup tebal menyelimuti sehingga sunrise dan pemandangan Gunung Batok dan Bromo tidak seindah foto-foto yang biasa saya lihat. Tapi tetap bagus sih menurutku (lah... labil!). Wes, langsung foto-foto aja deh ya... (beneran ga niat nge-blog ni orang (--"))

Gunung Batok

Sunrise di Pananjakan

Pemandangan gunung Bromo dan Batok dari Pananjakan

Mencari nafkah di Pananjakan

Gunung Batok dan kuda #foreveralone

Kawah Bromo

Pinggiran kawah ramai beudh #featuringBetoy

Padang sabana #featuringWawa #protesbayar :))



Kamis, 29 Maret 2012

#Resep Spaghetti Tuna Pedas


Ini adalah salah satu resep spaghetti favorit saya. Pertama kali coba di sebuah restoran di Yogyakarta. Di buku menu sih namanya Chunky Flaky ;), tapi saya biasanya cuma bilang spaghetti tuna pedas. So, ini resepnya:

Bahan:
  1. Spaghetti (150 g)
  2. Tuna in oil/in water (1/2 kaleng)
  3. Bawang putih (4 siung), cincang kasar
  4. Lombok kecil (4 biji atau sesuai selera), iris halus
  5. Daun jeruk (5-6 lembar), iris halus
  6. Minyak zaitun
  7. Garam
  8. Kaldu bubuk
Cara Memasak:
  1. Rebus spaghetti sampai tingkat kematangan yg diinginkan. Kalau saya suka agak lembek supaya jadinya lebih banyak, huehehehh. Tiriskan dan beri sedikit minyak zaitun agar tidak lengket.
  2. Tumis bawang putih, lalu masukkan lombok kecil dan daun jeruk. Tumis sampai wangi.
  3. Masukkan tuna, garam, dan kaldu bubuk. Tambahkan air 2 sdm supaya tumisan tidak kering.
  4. Terakhir, masukkan spaghetti dan aduk sampai rata.
*Cukup untuk dimakan bersama pasangan. Kalau ga punya pasangan ya sama saudara atau teman atau siapa aja deh !

SELAMAT MENCOBA. Enak loh, ga bohong! :9

Senin, 19 Maret 2012

#firsttime Nonton Langsung Prosesi Pernikahan Adat Yogyakarta


Kemarin, tepatnya hari sabtu dan minggu (17 & 18 Maret), saya menonton secara langsung prosesi pernikahan adat Jawa, tepatnya Yogyakarta, adik sahabat saya. Bagi sebagaian orang, apalagi bagi mereka yang tinggal di Yogya pasti sudah biasa melihat prosesi seperti ini. Namun bagi saya, ini adalah pengalaman pertama jadi sangat exciting dan agak2 norak :))

Mulai dari pasang black-ktp (ditoyor orang Jawa se-Indonesia) sampai panggih pengantin. Semua prosesinya menarik perhatian saya, namun prosesi yang menurut saya paling menarik yaitu sade dawet ayu.

Sade Dawet Ayu. Saya juga baru googling untuk tahu istilah prosesi ini :D. Prosesi dimana orang tua calon mempelai wanita berjualan es dawet. Seru deh (bilangin saya emang norak karena baru pertama kali :p), apalagi untuk dapat memperoleh es dawet harus menukarkannya dengan uang-uang yang dibuat dari tanah liat. Kreweng atau pecahan genting ini sebelumnya dibagikan kepada tamu yang datang untuk kemudian ditukarkan dengan es dawet.

Orang Tua Calon Mempelai Berjualan Es Dawet


Kreweng untuk membeli es dawet

Selain itu, juga ada prosesi lempar ayam oleh Ayah mempelai wanita kepada para tamu yang hadir. Sayang sekali, saya ga dapet ayamnya. Padahal kan lumayan tuh bisa dibuat kari ayam :))

Setelah acara selesai, teman dan saudara calon mempelai kemudian pergi ke tempat siraman. "Pada ngapain?" tanyaku penasaran "Sini wa, cuci tangan sama kaki pake air siraman tadi biar cepet nikah juga" jawab salah satu. Oke deh... *eye-rolling* *lalu ke tempat siraman* *cuci tangan dan kaki* *kemudian bobo* :))

Lokasi Siraman

Itulah pengalaman pertama seorang anak Makassar yang pertama kali menonton langsung prosesi pernikahan adat jawa. Harap dimaklumkan kenorakannya.